Itu menjadi sebuah apresiasi dari Prabowo terhadap pejuang daerah perbatasan di Indonesia. Penghargaan tersebut diwujudkan oleh Prabowo dengan membuktikan bahwa di daerah perbatasan juga pantas mendapatkan pendidikan tinggi.
“Itu bagian dari tanda hormat para pejuang timor-timur yang sudah mempertahankan bangsa ini dari penjajah,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin.
Ujang mengatakan kampus tersebut merupakan cara Prabowo dalam membalas jasa para pahlawan Indonesia. Itu menjadi langkah Prabowo dalam mengenang jasa serta pengorbanan para pejuang NTT.
“Jadi tanda hormat itu sebagai bentuk Prabowo membalas jasa para pahlawan,” ujarnya.
Menurut Ujang, Prabowo berpotensi dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat NTT. Hal ini dikarenakan Prabowo berhasil membuktikan kepada kelompok-kelompok yang meremehkannya bahwa perguruan tinggi juga bisa berdiri di pelosok negeri terutama di daerah perbatasan.
“Ini menjadi jembatan agar Prabowo dekat dengan masyarakat NTT agar dikenang dan mendapat dukungan,” tambahnya.
Lanjut Ujang, meskipun pembangunan Politeknik Ben Mboi merupakan bagian dari tugasnya sebagai Menhan tetapi tetap saja kan memberikan dampak positif terhadap posisinya yang juga sebagai calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Ini menjadi nilai plus bagi Prabowo yang akan menjadi capres di 2024 nanti,” pungkasnya.(*/zaq)
Editor : M. Choirurrozaq