RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Suara gen Z Tulungagung jumlahnya tidak sedikit. Mencapai 165.816 pemilih atau 19,3 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU Tulungagung pada pemilu 2024 mendatang.
Namun kemanakah larinya ratusan ribu suara Gen Z pada pemilu 2024 mendatang? Anggota KPU Tulungagung divisi Perencanaan Data dan Informasi, Safari Hasan menjelaskan, yang masuk klasifikasi gen Z adalah pemilih yang lahir antara 1997 sampai 2007.
Jumlahnya juga sangat mudah bertambah dengan adanya para pemilih baru. Yakni, para remaja yang pada 14 Februari tahun depan (hari pencobloasan) sudah menginjak usia 17 tahun.
Seiring dengan bonus demografi yang terjadi di Indonsia, tentunya tambahan pemilih dari gen Z akan cukup signifikan.
“Kita terus petakan untuk melakukan identifikasi pemilih pemula. Kita ada daftar pemilih tambahan dan sangat terbuka bagi pemilih baru,” jelas Safari.
Safari membeberkan, salah ciri-ciri pemilih gen Z ini adalah melek teknologi dan media sosial yang ada. Berbeda dengan generasi Pre-Boomer atau Baby Boomer yang cenderung kurang menguasai perkembangan teknologi yang ada.
“Mereka (gen Z) sangat dipengaruhi dengan teknologi informasi dan media sosial. Yang paling berdampak adalah proses sosialisasinya untuk penyelenggaraan pemilu nanti,” tutup Safari.
Dari sisi peserta pemilu, suara gen Z ini dianggap salah satu penentu. Beberapa partai politik (parpol) sudah mulai merancang strategi agar bisa meraih suara dari para kawula muda di Kota Marmer ini.
Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung Ahmad Baharudin berpendapat, cara kampanye kepada pemuda jelas beda dengan generasi lainnya. Terlebih untuk gen Z ini, arahnya adalah kampanye melalui media sosial yang ada.
“Saya rasa partai politik juga terus memperhatikan perkembangan teknologi ya. Jadi, politik itu tidak harus arak-arakan seperti dulu, sekarang ini zamannya media sosial,” jelas Baharudin.
Dia melanjutkan, zaman sekarang ini hampir tidak ada gen Z yang tidak mempunyai perangkat smartphone. Hal tersebut jelas menjadi pertimbangan tersendiri.
Kampanye maupun sosialisasi kepada generasi gen Z, kata dia, akan lebih maksimal melalui media sosial yang saat ini ada.
“Jadi saat ini tidak harus terjun langsung ke lembaga pendidikan atau semacamnya. Karena satu orang sekarang ini sudah punya smartphone semua,” pungkas Baharudin. (nul/c1/rka)
Baca Juga: Ciptakan Atmosfir Damai, Pemkot Blitar Gelar Dialog Pra-Pemilu 2024
Editor : Anggi Septian A.P.