TULUNGAGUNG – Di samping tiga nama yang sebelumnya sudah menebar sinyal untuk untuk maju Pilkada Tulungagung tahun depan, masih ada nama lain yang memiliki hasrat serupa. Yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Santoso. Dia pun mengaku tak gentar jika dibyong atau dikeruyuk tokoh bernama besar, tak terkecuali bosnya di Pemkab Tulungagung.
Sebenarnya sudah sejak lama, nama Santoso sudah santer diisukan ditengah-tengah masyarakat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Tungagung pada Pilkada tahun depan. Salah satu alasannya adalah banyaknya baliho perkenalan diri pria asal Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu itu menghiasi sudut-sudut kota Tulungagung.
Saat dikonfirmasi koran ini Rabu (20/9) , Santoso memastikan akan berangkat untuk mengikuti Pilkada Tulungagung 2024 mendatang. Alasan yang menguatkan adalah banyaknya dorongan dari masyarakat Tulungagung yang menginginkannya untuk menjadi pimpinan tertinggi di kabupaten ini. “Kalau ditanya, saya pastikan, saya pasti akan berangkat (pilkada),” tegasnya saat ditemui di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Untuk rencana itu, Santoso telah melakukan berbagai persiapan. Baik dari segi finansial ataupun kemampuan jika nantinya dipercaya untuk menjadi Bupati Tulungagung. Toh selama ini, pria tersebut juga sudah banyak memakan asam garam di dunia birokrasi Tulungagung dengan beberapa jabatan yang pernah diemban. “Pertama, saya terimakasih karena masyarakat sudah memberikan atensi. Tapi kalau ngomong mengikuti konstelasi politik, tentunya saya juga akan berhitung segala sesuatunya,” katanya.
Niatannya itu pun juga sudah dibicarakan secara empat mata kepada Bupati Tulungagung Maryoto Birowo sebagai pimpinannya didalam pemerintahan saat ini. Santoso percaya diri bahwa bosnya itu telah memberikan lampu hijau terkait rencananya mencalonkan sebagai AG 1. Meski akhir-akhir ini, Bupati Maryoto sepertinya juga masih ingin maju lagi untuk periode kedua. “Saya sudah berkali-kali meminta doa restu (Bupati Maryoto). Saya mohon izin, saya matur, menghadap Pak Bupati mohon petunjuk. Dan saat itu beliaunya sepertinya tidak berangkat, namun akhir-akhir ini sepertinya ingin maju lagi,” ungkapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tulungagung mengaku tidak gentar kalaupun harus menjadi rival dari bosnya saat ini dalam pilkada tahun depan. Termasuk jika harus menjadi rival kandidat calon bupati lainnya seperti Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo ataupun Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo. Karena kaitannya dengan politik Pilkada, lanjut dia, mengajukan diri sebagai calon bupati merupakan hak masing-masing warga negara. Pun tujuannya juga sama-sama baik, yakni ingin membangun Tulungagung ke arah yang lebih baik lagi. “Kalau beliaunya (Bupati Maryoro) mau maju lagi, ya monggo tidak apa-apa. Wong saya itu dulu salah satu yang membesarkan nama SahTo (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo) di Tulungagung. Jadi saat SahTo pertama berangkat, kita juga berjuang habis-habisan untuk kemenangan,” tuturnya.
Selama ini komunikasi dengan berbagai partai politik di tingkatan daerah, provinsi maupun pada level pusat juga sudah terjalin. Itu bisa menjadi modal yang berharga untuk mengantarkannya maju dalam Pilkada tahun depan. Di sisi lain, saat ini Santoso masih berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) hingga November 2025 nanti. Jika sudah saatnya nanti, dia menegaskan pasti akan mengajukan pensiun dini sebagai syarat maju Pilkada bagi seorang ASN. “(Dengan status ASN) Tidak mengganggu prosesnya. Jadi kita tetap profesional didalam kapasitas memberikan pelayanan kepada masyarakat, saat ini kami tetap komitmen. Tapi nanti kalau saatnya, walaupun saya belum memasuki masa pensiun, saya secara pribadi pasti akan mengajukan pensiun dini,” pungkas Santoso.(nul/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana