TULUNGAGUNG – Tidak ada larangan bagi warga Nahdliyin atau pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Tulungagung untuk ikut ke dunia politik atau mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) tertentu pada pemilu tahun ini.
Namun, simbol-simbol ataupun kantor-kantor NU tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan politik praktis tersebut.
Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung, Abdul Hakim Mustofa menjelaskan, sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia, NU tetap berpegang teguh pada politik kenegaraan dan kebangsaan.
Arah politiknya tentu berbeda dengan partai politik tertentu yang tendensinya adalah kekuasaan.
Dengan politik kenegaraan dan kebangsaan, siapapun nanti yang menang dalam konstelasi politik tahun ini, NU pasti akan tetap bersama-sama untuk mendukung membangun negara.
“Sudah ada kesepakatan, bahwa Rois Syuriah atau ketua tanfidziyah harus duduk manis menjaga kenetralan NU itu,” tegas Hakim, sapaan akrab pria tersebut.
Dalam konstelasi politik tahun 2024 ini, Hakim menjelaskan tidak ada larangan bagi seluruh warga nahdliyin atau pengurus NU Tulungagung untuk ikut didalamnya.
Baik itu menjadi peserta pemilu, menjadi tim kampanye salah satu pasangan calon tertentu, atau menjadi juru bicara (Jubir) kampanye atau kegiatan politik lainnya sangat terbuka bagi warga nahdliyin.
Hanya saja, mereka dilarang untuk menggunakan simbol-simbol ataupun kantor NU untuk menjadi alat politiknya.
“Sesuai dengan arahan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), pengurus NU disemua tingkatan silahkan ikut berpolitik. Selama itu tidak membawa simbol simbol NU dan tidak bertempat di kantor kantor NU,” jelasnya.
Dia mengamini bahwa warga pilihan nahdliyin akan terpecah utamanya dalam memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Meski memiliki pilihan yang berbeda, Hakim memastikan warga nahdliyin Tulungagung tidak terjadi perpecahan ataupun pertikaian. Toh selama ini, NU Tulungagung tetap damai jauh dari perpecahan.
“Khusus Tulungagung tetap ayem tentram, tidak ada masalah sama sekali. Banom-namom kita juga kompak, komunikasi kita juga enak saja. Dari dulu hingga sekarang, NU Tulungagung tidak pernah ada pertengkaran dengan siapapun,"
"Kita di didik untuk ngemong (merawat) umat, bukan hanya umat islam saja tetapi juga kepada saudara-saudara kita non muslim,” ungkap Hakim.
Terkait pilihan calon pemimpin negeri ini, PCNU Tulungagung tidak akan mengintervensi seluruh pengurus atau warga nahdliyin secara umum untuk memilih salah satu paslon tertentu.
“Sampai sekarang kita memang tidak mengarahkan kepada warga nahdliyin untuk memilih salah satu paslon tertentu,"
"Silahkan mereka memilih pilihannya, yang penting diyakini yang akan dipilih itu adalah calon pemimpin yang bisa bertanggungjawab untuk memimpin dan memajukan negara, juga memikirkan nasib NU,” bebernya.
Sementara terkait hari lahir (Harlah) ke-101 NU tahun 2024 ini, Hakim menyebut ada beberapa agenda yang dilaksanakan oleh PCNU Tulungagung.
Setidaknya ada 11 agenda kegiatan yang dilakukan untuk menyambut harlah NU tahun ini.
“Meski perayaannya tidak se-meriah tahun kemarin, tapi tahun ini kita tetap rayakan,” katanya.
Pada Harlah kali ini, dia berharap, seluruh warga nahdliyin Tulungagung, pengurus-pengurus NU Tulungagung diseluruh tingkatan, akan lebih bisa merasakan manfaat dari kehadiran NU.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra