TULUNGAGUNG – Politisi muda Tulungagung, Rijal A’bdulloh, mempunyai kans untuk maju pada konstelasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini. Dorongan untuk maju Pilkada sebenarnya sudah datang padanya.
Namun pria yang kini menjabat sebagai anggota komisi A DPRD Tulungagung itu masih ingin menimbang diri dan meminta petunjuk ke banyak pihak terlebih dulu sebelum menentukan apakah akan berangkat Pilkada atau tidak.
Nama Rijal A’bdullah santer dibicarakan sebagai tokoh muda Tulungagung yang berpotensi maju di Pilkada Tulungagung tahun ini.
Kiprahnya di dunia politik Tulungagung bukan lagi sejak kemarin sore, namun asam manisnya politik Tulungagung telah dirasakannya sejak bertahun-tahun lalu.
Selama lima tahun terakhir, pria tersebut telah bertugas sebagai wakil rakyat Tulungagung. Sementara pada pemilihan legislatif (Pileg) lalu, dia juga terpilih lagi untuk menjadi legislator pada tahun 2024–2029.
Kemudian saat ditanya terkait peluangnya maju Pilkada, Rijal mengungkapkan sebenarnya sudah ada dorongan dari partainya (Partai Amanat Nasional/PAN, red) dan beberapa tokoh agar dirinya mau maju ke Pilkada.
Mungkin dorongan itu karena mengikuti kegelisahan publik yang mengharapkan pemimpin muda.
Yang kebetulan saya masih usia 30 tahun. Namun untuk keputusannya seperti apa, dia sendiri sampai Senin (25/3/2024) kemarin belum bisa memberikan jawaban.
Dia masih ingin menimbang diri, mengukur sejauh mana kekuatan dan kelayakannya ketika ikut berkontestasi nanti.
“Belum bisa memutuskan. Masih ingin meminta petunjuk dari keluarga, saudara atau tokoh tokoh senior partai. Saya masih mengukur seberapa layak dan pantas untuk berada disana, karena ini hubungannya dengan hajat orang banyak,” ujar Rijal, saat ditemui di Kantor DPRD Tulungagung senin siang.
Rijal tidak ingin mengambil keputusan yang terkesan serampangan dalam konteks maju Pilkada.
Masih banyak hal yang harus dipertimbangkan, perlu memperbanyak sudut pandang sehingga mengajukan diri untuk ikut Pilkada bukan sekadar mengikuti hiruk pikuk dan ajang ketenaran di momen politik pilkada Tulungagung saja.
“Mendapat dorongan dari partai tentu membuat saya cukup terharu dan terhormat. Tapi saya tidak mau kepedean, yang penting saya fokus bekerja untuk masyarakat agar bermanfaat dalam skala yang besar,” paparnya.
Menurut dia, proyeksi pemimpin muda untuk memimpin Tulungagung lima tahun yang akan datang merupakan sesuatu yang bagus.
Sosok pemimpin muda memiliki energi yang besar dan bisa menampung aspirasi sekaligus menangkap kepentingan anak muda untuk dituangkan dalam perencanaan pembangunan daerah nantinya.
Pun kalau berbicara data, peta demografi pemilih Tulungagung untuk Generasi Z dan Milenial mencapai sekitar 50 persen. Sehingga memang diperlukan sosok pemimpin muda agar bisa menangkap cara berfikir para generasi muda Tulungagung.
“Saya pribadi memang setuju kalau proyeksi pemimpin muda itu ada di Tulungagung. Karena yang bisa mengerti cara pandang dan apa yang dibutuhkan oleh Gen Z dan Milenial itu ya memang harus pemimpin muda,” jelasnya.
Terakhir, Rijal merasa yakin PAN tetap mendapat kepercayaan masyarakat dalam Pilkada mendatang. Karena meskipun hanya mendapat 2 kursi di DPRD Tulungagung pada pileg lalu, namun secara persentase PAN berhasil memperoleh 6,9 persen suara.
Hal itu berarti konstituen PAN di Tulungagung masih besar, partai besutan Zulkifli Hasan itu masih punya bargaining di Kota Marmer.
“Tentu PAN masih punya daya tawar yang oke. Karena kita memiliki basis konstituen yang pakem, dan kita terus berkembang basis masa kita. Itu berkat platform partai kita yang modern dan inklusif bagi anak muda,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra