Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PKS Siap Berkoalisi di Pilkada Tulungagung, Ketua DPD: Kalau Kami Layak, Kami Siap Bertarung

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 27 Maret 2024 | 00:33 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Tulungagung, Renno Mardiputro
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Tulungagung, Renno Mardiputro

TULUNGAGUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tulungagung mulai getol melakukan komunikasi dengan para calon kepala daerah (Cakada) yang kini muncul.

Mereka siap untuk diajak dan ikut meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tulungagung tahun ini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Tulungagung, Renno Mardiputro mengatakan langkah yang kini telah dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan semua cakada yang bermunculan.

Baik dari kalangan incumbent ataupun calon-calon baru, baik calon yang memunculkan diri atau yang mendapat dorongan dari yang lain.

“Beberapa (cakada, Red) sudah kita ajak komunikasi,” ungkap Renno, saat ditemui di kantor DPRD Tulungagung pada Sabtu (23/3/2024) malam.

Renno mengakui belum ada rencana sama sekali untuk mengajukan calon sendiri dari internal Partai PKS Tulungagung.

Apalagi, perolehan partai tersebut pada pemilihan legislatif (Pileg) Tulungagung kemarin hanyalah 2 kursi saja.

“Kita sadar diri dan menunggu diajak saja. Tidak mengajukan diri, tapi kalau ada yang memandang kami layak untuk diajak maka kami siap bertarung di Pilkada Tulungagung mendatang,” katanya.

Peluang PKS Tulungagung untuk menjalin kerjasama dengan partai lainnya masih sangat terbuka lebar. Termasuk jikamana ada seorang cakada yang ingin bekerjasama dengan PKS.

Karena menurut Renno, mengacu pada peta komposisi perolehan kursi partai politik (Parpol) di Tulungagung tahun 2024 ini, dimungkinkan hanya aka nada 3 pasang saja yang bertarung.

Dengan begitu, rekomendasi dari parpol yang memiliki kursi di DPRD Tulungagung pasti akan sangat berguna.

“Masih terbuka peluang kita membuat replika koalisi saat Pilpres kemarin, tapi dengan partai lain pun kita masih membuka lebar-lebar,” katanya.

Sedangkan untuk menentukan rekan koalisi untuk Pilkada Tulungagung nanti, Renno mengungkapkan tidak ada petunjuk dari dewan pimpinan pusat (DPP) partai.

Pemilihan rekan koalisi atau calon yang diberikan rekomendasi merupakan kebijakan lokal meski keputusan tetap ada di pusat.

“Walaupun DPP yang nanti memutuskan, tapi nanti pengajuan siapa yang akan di rekomendasi itu dari kita. Usulan partai di daerah pasti akan diperhatikan, karena kecenderungan yang direkomendasikan oleh daerah itu orientasinya adalah kemenangan,” katanya.

Pada pileg lalu, PKS praktis hanya mendapatkan 2 kursi saja di dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Tulungagung.

Perolehannya menurun dibandingkan dengan pemilu tahun 2029 dimana PKS mendapatkan 3 kursi di DPRD Tulungagung.

Menurut Renno, pertarungan pada pemilu tahun 2024 terjadi dinamika yang luar biasa. Salah satu faktornya mungkin karena terdapat perombakan daerah pemilihan (Dapil) sehingga beberapa calon legislatif (Caleg) dari PKS kehilangan kecamatan yang potensial.

Kemudian, kesiapan dari PKS sendiri juga kurang maksimal sehingga target 4-5 kursi tahun ini harus muspro dan PKS hanya mendapatkan 2 kursi saja di DPRD Tulungagung.

“Sebenarnya target perolehan kursi adalah 4-5 kursi, namun kehendak tuhan PKS mendapatkan 2 kursi pada tahun ini. Di dapil 4 kita bertarung di kursi terakhir, hanya terpaut 200 suara saja dengan kursi terakhir. Dapil tiga kita juga bertarung di kursi terakhir meski akhirnya lepas juga,” tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pilkada tulungagung #Renno Mardiputro #pks