Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Begini Sosok Pemimpin Kota Marmer Seharusnya Menurut Cucu Pendiri Pondok PETA Tulungagung

Mukhamad Zainul Fikri • Sabtu, 20 April 2024 | 03:46 WIB

Adib Muhammad Syarif alias Gus Sakti. (M. Zainul Fikri/Radar Tulungagung)
Adib Muhammad Syarif alias Gus Sakti. (M. Zainul Fikri/Radar Tulungagung)
 

TULUNGAGUNG – Tokoh muda Tulungagung, Adib Muhammad Syarif alias Gus Sakti, memiliki pandangan bahwa kabupaten ini membutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa muda yang energik nan kreatif.

Hal demikian diperlukan agar pemerintahan Tulungagung tetap bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada, sekaligus menangkap dan mengembangkan semua potensi yang dimiliki.

Beberapa proyek strategis nasional (PSN) sudah dan akan hadir di Tulungagung.

Di antaranya, jalur lintas selatan (JLS), jalan tol Kediri–Tulungagung, Selingkar Wilis, sampai pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang akan menjadikan Tulungagung sebagai daerah penyangga bandara tersebut.

Beberapa pembangunan itu tentu akan mendukung potensi-potensi yang dimiliki Tulungagung, seperti dalam bidang industri kreatif; bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); wisata; hingga sektor food and beverage (FnB).

“Tren hari ini kan pemimpin muda. Sebagai milenial, saya pikir Tulungagung juga butuh pemimpin yang memiliki jiwa muda. Jiwa muda itu energik dan kreatif. Kalau bisa mendapatkan kesempatan di pemerintahan, tentunya itu sangat bagus,” jelas Gus Sakti, yang juga merupakan cucu dari pendiri Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) Tulungagung itu.

Dengan pemimpin yang kreatif, pemerintahan Tulungagung pasti akan mampu menghadapi transisi pemerintahan yang terjadi di pusat.

Kemudian, mampu mengikuti setiap perkembangan zaman dan teknologi yang terjadi. Sementara pemaksimalan potensi oleh pemerintah dan masyarakat, masyarakat Tulungagung secara ekonomi dirasa akan bisa meningkat, selain juga dengan adanya industrialisasi yang dilakukan.

“Perkembangan zaman ini harus dilihat dan diamati secara cermat agar daerah ini tidak ketinggalan,” ungkap pria 33 tahun itu.

Kemudian terkait hajat Pilkada Tulungagung yang dilaksanakan tahun ini, Gus Sakti berharap agar seluruh masyarakat atapun calon yang akan bertanding bisa gayeng, nyengkuyung (mendukung, Red), dan berlangsung damai.

Meski nantinya akan ada pihak yang berkontestasi, tapi seluruh pihak harus ingat bahwa semuanya memiliki tujuan yang sama untuk membangun Tulungagung yang lebih baik lagi.

“Kalau harapannya, pilkada nanti bisa saling gayeng, nyengkuyung, dan damai. Laksanakan kontestasi dengan baik dan seadil-adilnya. Siapa pun nanti pemimpin yang dipilih, masyarakat harus bisa membawa Tulungagung lebih baik lagi untuk lima tahun yang akan datang,” paparnya.

Sementara itu, saat ditanya peluangnya untuk turut berlaga di Pilkada Tulungagung, Gus Sakti menjelaskan bahwa akan mengukur diri terlebih dahulu jika ada tawaran dan dukungan kepadanya. Gus Sakti bisa saja berangkat ke Pilkada Tulungagung tahun ini jika kesempatan terbuka baginya.

“Jika mendapatkan tawaran dan dukungan untuk maju Pilkada Tulungagung, akan mencoba untuk berpikir dan mengukur diri dulu. Ketika itu kesempatannya bagus, saya akan siap (maju pilkada, Red),” tutup Gus Sakti. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#pilkada tulungagung #politik #pilkada #bacakada #tulungagung