TULUNGAGUNG - Budi Setiyahadi dan Susilowati merupakan pasangan yang mendaftar kontestasi Pilkada Tulungagung paling akhir.
Budi-Susi akronim dari pasangan itu datang di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung pada Kamis (29/9/2024), sekitar pukul 21.17 WIB.
Kedatangan Budi-Susi memecah keheningan di kawasan kantor KPU malam itu. Nuansa mendadak khidmat ketika puluhan pengiring melantunkan hadrah, sebuah lantunan syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.
Nuansa islami itu muncul bukan secara tiba-tiba, melainkan ciri khas partai pengusung satu ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Alhamdulillah luar biasa, kita tidak mengira secepat itu (serangkaian proses sampai Budi-Susi berhasil mendaftar ke KPU Tulungagung, Red)," kata Bacakada Budi Setiyahadi, didampingi wakilnya, Susilowati.
Budi mengakui bahwa kontestasi kali ini adalah keempat kalinya mengikuti Pilkada Tulungagung. Namun untuk kontestasi tahun ini, ia yakin menang.
Sedangkan pemicu kemenangan, menurut Budi, salah satunya dengan sengaja memilih menjadi pendaftar yang terakhir.
"Sunah rosul, kita pas malam jumat, malam yang istimewa," ucapnya hingga mengundang riuh tim pemenangan Budi-Susi.
Selain mencari keberkahan di hari yang istimewa, menurut pria berkacamata itu, faktor mendapatkan kemenangan lainnya adalah dengan pasangan yang lengkap.
"Singkatannya Sehati (Budi Setiyahadi dan Susilowati)," cetusnya, sontak.
Budi mengaku, memilih Susilowati sebagai pasangan adalah karena keterwakilan gender perempuan. Selama ini juga, lanjut dia, Susilowati merupakan sosok inspiratif.
"Saya dilahirkan dari rahim seorang wanita. Dan ibu itu adalah bagian dari hidup saya, belahan jiwa saya. Ibu Susi saya pilih karena memiliki sosok gender yang baik di Tulungagung, supaya masyarakat mengerti bahwa wanita itu bukan seperti eranya Kendedes," tegasnya.
"Emansipasi wanita, sudah waktunya masyarakat Tulungagung punya pemimpin yang akan meneruskan Eyang Gayatri! petilasannya berada di Boyolangu," tambahnya, bernada semangat.
Pasangan 'Sehati' itu mengamini bahwa Tulungagung berbudaya. "Hukum bukan sebagai panglima, tapi Tulungagung ke depan, budaya sebagai panglimanya kehidupan masyarakat," ungkap Budi yang disambut riuh tepuk tangan tim pemenangan.
Di sisi lain, pengusaha batu bara itu sempat menyinggung sektor-sektor yang bakal 'Sehati' perbaiki jika mereka menang kontestasi pilkada.
Ia membeberkan salah satu program unggulannya, yakni menggratiskan biaya bea pajak.
"Program unggulan kami memberikan pajak PBB gratis kepada warga miskin, meningkatkan PAD dan ADD agar pelayanan masyarakat di tingkat desa lebih maksimal," jelasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra