TULUNGAGUNG - Pasangan Budi Setiyahadi dalam kontestasi Pilkada Tulungagung 2024, Susilowati, menjadi gunjingan (pembicaraan, Red) di masyarakat.
Gunjingan itu bermula dari Susilowati, notabene kader tahunan di DPC PDI Perjuangan Tulungagung, mendadak lompat ke partai lain, DPC PKB Tulungagung.
Menanggapi hal itu, Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) Tulungagung, Budi Setiyahadi memberi jawaban elegan (luwes, Red). Menurutnya, Susilowati sudah bertindak tepat.
Artinya selama ia menjabat sebagai ketua atau kader DPC PDI Perjuangan Tulungagung, dia sudah menjalankan tugas dengan maksimal.
Meski kini dia pamit dari jabatan dan keanggotaan partai politik (parpol) PDI Perjuangan, ia juga berpisah dengan cara yang baik-baik.
"Semua manusia punya hak dan bisa memilih, sama dengan kematian. Mungkin Bu Susi dulu berkecimpung di PDIP, tapi saat ini melompat partai kemudian tindakan itu berkonotasi negatif, tidak," ungkap Budi Setiyahadi, merespons fenomena lompat partai dari pasangannya.
Tambah Budi, keputusan Susilowati lompat partai merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM).
Sedangkan keputusan itu (lompat partai, Red) tidak salah, sebab selama menjabat sebagai ketua dpc, Susilowati juga sudah menjalankan tugas sesuai amanah, tugas, maupun fungsinya.
"Sebagai manusia kita tentu memiliki harapan itu (diusung PDIP, Red), tapi kami juga punya hak berpolitik, tidak bisa dibatasi, selama tidak melanggar UU dan AD/ARTnya," ucapnya.
"Sedangkan Bu Susi sudah menjalankan fungsi sebagai ketua DPC PDIP Tulungagung dengan luar biasa, mengantarkan calon dari partai lamanya, setelah itu, Bu Susi punya pilihan politik berbeda dengan yang lalu, itu haknya Bu Susi," jelasnya.
Budi menegaskan, "Nah, nasib seseorang tidak bisa ditentukan oleh ketua atau partai. Ini hanya sarana atau wadah untuk mencapai tujuan," ujarnya.
Baca Juga: Emil Dardak: Pemimpin Harus Jadi Tuntunan, Bukan Sekadar Tontonan
Menanggapi dinamika politik Budi Setiyahadi-Susilowati (Sehati), pengusaha batu bara itu menungkap bahwa perjalanan Sehati sudah seperti hukum alam.
Ia tak menafikkan sempat mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati 2024-2029 di DPC PDI Perjuangan Tulungagung. Bahkan pasangan tersebut mengusung nama BS, Budi-Susi.
Seiring waktu, DPP PDI Perjuangan ternyata tidak menurunkan rekomendasi kepada pasangan BS untuk berkontestasi di Pilkada Tulungagung 2024.
Namun kepercayaan itu justru datang dari PKB, sehingga pasangan Sehati pun menerimanya.
"Kami Budi-Susi mendapat kepercayaan dari PKB untuk diakomodir menjadi calon PKB, bukan kami yang bisa menentukan. Tapi ini adalah hukum semesta, jadi kita terima. Manusia hanya bisa ikhtiar, berdoa, bertindak, memohon," ungkapnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra