Tulungagung - Tahapan distribusi logistik Pilkada 2024 rampung digelar.
Meski sempat terganjal faktor cuaca dan bencana alam di beberapa wilayah, KPU Tulungagung memastikan seluruh perangkat coblosan sudah sampai di masing-masing PPS.
Ketua KPU Tulungagung, M Lutfi Burhani mengungkapkan, agenda distribusi logistik dilangsungkan selama dua hari. Tepatnya pada 23-24 November lalu.
Teknisnya, jajaran komisioner melakukan pemindahan logistik dari gudang KPU ke gudang PPK di 19 kecamatan di Kota Marmer.
“Kemudian, tahap berikutnya distribusi dari gudang PPK ke gudang PPS. Yaitu pada 25 November. Progresnya, seluruh kotak suara, bilik suara, dan logistik lain per hari ini (kemarin, Red) sudah terdistribusi ke gudang PPS di tingkat desa/kelurahan,” ujarnya.
Dia memastikan, secara umum, progres distribusi logistik utama sudah rampung 100 persen. Lalu, KPU melakukan distribusi logistik tambahan. Proses ini dipastikan rampung hari ini (26/11).
Untuk diketahui, logistik tambahan yang dimaksud berupa daftar salinan pemilih pindahan. Logistik yang hari ini disusulkan yaitu daftar salinan pemilih pindahan.
Sebagian sudah karena tidak semua TPS ada daftar pemilih dan daftar hadir DPTb.
“Insya Allah besok (hari ini, Red) sudah selesai semua. Yang DPTb itu kurang lebih sekitar 50 persen dari total TPS yang ada di Tulungagung,” kata Lutfi.
Dia menambahkan, proses distribusi logistik utama sempat terkendala cuaca.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tulungagung pada 23 November lalu membuat KPU harus memastikan pengaman logistik dalam kondisi prima.
“Alhamdulillah, walaupun pada 23 November itu hujan deras di wilayah Pakel, sampai sana tidak ada sedikit pun kotak atau logistik yang rusak atau kena air,” akunya.
Tanah longsor yang terjadi di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, di akhir pekan lalu juga membuat KPU dan pihak distributor mengganti jenis unit kendaraan yang digunakan untuk mengangku logistik.
Pasalnya, jalur yang longsor di Desa Samar tidak memungkinkan bagi kendaraan berukuran besar untuk melintas.
“Jalur itu tidak boleh dilewati truk. Sementara itu, PT POS pakai truk (untuk distribusi logistik, Red). Kita koordinasi dengan PPK dan PPS di sana dan bisa disikapi. Tidak pakai truk, tapi pakai kendaraan yang lebih kecil,” ucapnya. (dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri