RADAR TULUNGAGUNG- Setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin ditunggu banyak pekerjaan.
Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin harus bisa menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat Tulungagung.
Isu efisiensi anggaran pemerintah pusat sampai daerah juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin.
Pengamat Politik Tulungagung, Andreas Djatmiko menjelaskan adanya Inpres nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025 harus dicermati oleh bupati dan wakil bupati (Wabup) terlantik.
Karena aturan itulah yang menjadi tantangan keduanya.
“Itulah yang menjadi tantangan dari Pak Gatut Sunu Wibowo dan Pak Ahmad Baharudin itu,” kata Andreas.
Bupati dan wabup terlantik kudu cermat dalam memprioritaskan mana saja program yang segera direalisasi.
Supaya anggaran yang telah diefisiensi, menjadi tepat sasaran yakni ke masyarakat.
“Saya pikir itu nanti tidak hanya pemikiran dari Pak Gatut Sunu dan Pak Ahmad Baharudin. Tetapi tim percepatan yang dibentuk juga harus berfikir keras,” katanya.
Andreas melanjutkan akan sulit rasanya jika pembangunan daerah hanya mengandalkan dana transfer ataupun pendapatan asli daerah (PAD) semata.
Untuk memaksimalkan pembangunan, lanjut Andreas, keduanya harus pintar-pintar menggandeng pihak swasta.
“Potensi paling bagus di Tulungagung ya pariwisata. Itu yang harus dikembangkan dengan menggandeng pihak swasta,” katanya.
Pihak swasta bisa memberi kontribusinya dalam pembangunan daerah. Sehingga daerah tidak melulu mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tulungagung, Sumarsono Efendi meyakini pasangan Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Tulungagung.
Sebab, keduanya ditunjang dengan pengalaman pemerintahan.
Gatut Sunu Wibowo pernah menjabat sebagai wakil bupati, lalu Ahmad Baharudin pernah menjadi legislator selama 10 tahun atau dua periode.
“Fraksi Gerindra yakin beliau berdua mampu membawa perubahan yang signifikan,” tegasnya.
Efendi melanjutkan tugas keduanya memang tidak mudah.
Mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, pemaksimalan layanan kesehatan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pekerjaan rumah (PR) lainnya.
Namun dengan sinergitas yang baik antara eksekutif dan legislatif, Efendi yakin pekerjaan-pekerjaan yang sulit itu bisa dituntaskan dalam 5 tahun yang akan datang.
“Sinergitas antara legislatif dan eksekutif harus berjalan. Karena ini tujuannya adalah membangun Tulungagung yang lebih baik,” katanya.
Dia berharap bahwa keduanya bisa merealisasikan semua janji kampanye yang telah disampaikan.
BIsa menjembatani semua kepentingan masyarakat. Dengan begitu, harapan Tulungagung yang lebih baik yakin bisa tercapai.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri