Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Target Sepuluh Kursi Dewan, DPD Golkar Tulungagung Ajak Para Kader Hindari Politik Pragmatis

Titin Ratna Rahayu • Rabu, 20 Agustus 2025 | 06:00 WIB

DPD Golkar Tulungagung menggelar pendidikan politik bagi kadernya di Hotel Lojikka.
DPD Golkar Tulungagung menggelar pendidikan politik bagi kadernya di Hotel Lojikka.

RADAR TULUNGAGUNG - Maraknya politik uang dalam praktik pemilihan legislatif tahun lalu mendapatkan perhatian serius dari DPD Golkar Tulungagung.

Guna menghentikan pragmatisme transaksional dalam berpolitik, DPD Golkar Tulungagung menggelar pendidikan politik bertema Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Politik untuk Menghentikan Pragmatisme Transaksional Dunia Politik.

Kegiatan berlangsung di hall Hotel Lojika diikuti 1.000 peserta baik kader struktural, kader fungsional maupun simpatisan Partai Golkar Tulungagung. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi.

Baca Juga: Amnesti Massal di Era Prabowo. Pemulihan Politik atau Kemunduran Hukum?

Ketua DPD Golkar Tulungagung KH Asmungi Zaini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kepada kader dan masyarakat tentang pentingnya politik. =Selain itu untuk meminimalisasi politik transaksional atau pragmatisme transaksional.

"Karena yang bisa terjadi seseorang akan meninggalkan ideologinya karena tertarik dengan transaksional,” jelasnya.

Lewat pendidikan politik ini, jelas Asmungi para kader Partai Golkar di Tulungagung diharapkan tidak terjebak pada pragmatisme transaksional berpolitik dan tidak mengorbankan ideologi. Sebaliknya, dia berharap kader Golkar di manapun semakin solid.

Baca Juga: Pengamat Politik Tulungagung: Masih Banyak Catatan Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam 100 Hari Kerja

Langkah ini juga untuk mengawal kesepakatan baik dari pengurus struktural maupun fungsional yaitu ke depan Partai Golkar semakin berkibar meraih kemenangan, lebih baik dari tahun lalu.

“Sehingga pada pemilu yang akan datang kita bisa menargetkan sepuluh kursi, syukur-syukur jika lebih,” imbuhnya.

Asmungi juga tegas mewanti wanti agar para kaderdan simpatisan Partai Golkar yag hadir tidak terjerumus dalam politik pragmatis, politik transaksional dengan mengorbankan ideologi yag lebih mulia dan lebih berharga.

Baca Juga: Temui Bupati Tulungagung, Kaesang Pangarep: Tak Bicara Politik tapi Bahas Ikan Patin

Dihadirkan sebagai narasumber dalam pendidikan politik tersebut yaitu Prof Dr Ahmad Zainal Abidin, MA.

Guru besar dari UIN Tulungagung ini menyampaikan materi yang salah satunya yaitu diberi tema Politik Uang, Masalah dan Solusinya.

Tidak hanya menyampaikan materi dengan pendekatan ilmu politik, namun Prof Zainal juga memberikan pengantar tentang berpolitik melalui kajian agama yaitu melalui Al-Qur'an dan hadist.

Zainal mengawali pemaparannya dengan mengingatkan pentingnya peran politikus dalam kehidupan bernegara.

Baca Juga: Panasnya Pilkada Tulungagung Telah Padam, Parpol Yang Dulunya Berseberangan Kini Telah Merapat ke Bupati-Wabup Terpilih

Yaitu salah satu tugas legislatif menetapkan produk hukum mulai di tingkat pusat, provinsi maupun daerah tingkat dua.

“Penting memilih sosok dalam dunia politik. Tidak ada salahnya mendahulukan orang yang berintegritas, jujur, amanah dan yang mengutamakan lingkungan. Jika menemukan sosok yang demikian, lalu saat mereka membutuhkan dukungan, maka berikan suara kita pada mereka,” papar Zainal.

Baca Juga: Banpol di Tulungagung Segera Cair, Berikut Rincian Duit yang Bakal Diterima Parpol

Selanjutnya tentang politik uang, Zainal juga memberikan definisi tentang politik uang yaitu pemberian uang yang bertujuan mempengaruhi pilihan politik seseorang. Ataupun juga segala sesuatu yang diberikan untuk membatalkan yang benar.

Jika politik uang ini terus berlanjut dan tidak ada upaya penyadaran pada kader partai maupun masyarakat, Zainal memaparkan banyak kerugian yang bisa merusak citra politik negara kita.

Pertama, terjadi kerusakan nilai amanah. Kedua, adanya ketidakasilan sosial. Ketiga, hilangnya kepercayaan politik dari masyarakat. Serta juga menyuburkan korupsi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pragmatis #DPD Golkar Tulungagung #pendidikan politik #transaksional