Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suarakan Kekecewaan Pilihan Politik, Influencer Rachel Vennya JadI Sorotan, Begini Isinya

Shofia Indana Zulfa • Senin, 1 September 2025 | 21:30 WIB

 

Screenshot unggahan Rachel Vennya di Instagram yang diunggah pada Jumat, 29 Agustus 2025, menampilkan pernyataan kekecewaannya. (Instagram: @rachelvennya)
Screenshot unggahan Rachel Vennya di Instagram yang diunggah pada Jumat, 29 Agustus 2025, menampilkan pernyataan kekecewaannya. (Instagram: @rachelvennya)

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah situasi sosial politik yang memanas dan demonstrasi yang ramai terjadi, influencer Rachel Vennya menarik perhatian publik karena unggahan terbaru di akun Instagram resminya.

Dalam foto yang diunggahnya, tertulis “Who Do You Call When The Police Murders?”, yang diunggah bersamaan dengan rasa kekecewaan terkait insiden pelindasan seorang ojek online oleh anggota Brimob pada aksi demo yang berlangsung pada 28 Agustus 2025 di Jakarta.

Dalam caption unggahan tersebut, Rachel menuliskan: “Saya merasa malu, muak, kecewa, dan terkhianati oleh pilihan saya sendiri. Saya meminta maaf, saya minta maaf sebesar-besarnya. #RipJustice sudah cukup lama saya memendam kekecewaan, tapi kali ini saya bersuara. Maaf, maaf, maaf.”

Baca Juga: Rakyat Bersatu! Ini Daftar Tuntutan ke Presiden, DPR, dan Partai Politik Usai Aksi Demo 28-30 Agustus 2025

Unggahan Rachel Vennya yang menyuarakan kekecewaannya terhadap paslon yang dipilih memicu reaksi beragam dari warganet.

Banyak masyarakat menilai pernyataan influencer ini cukup sensitif terhadap kondisi saat ini, di tengah aksi demonstrasi dan keresahan publik yang menuntut perhatian pemerintah serta DPR.

Meski ada yang mendukung, dominan warganet menganggap ungkapan perasaan pribadi Rachel tidak tepat dikeluarkan dalam situasi yang sedang sensitif.

Baca Juga: Waspada Provokasi Saat Terjadi Demonstrasi, Berikut Cara Praktis Menghadapinya

Apalagi sebagai influencer yang menjadi sorotan publik sehingga setiap pernyataannya berdampak luas terhadap persepsi masyarakat.

Situasi ini kemudian menimbulkan spekulasi di kalangan warganet mengenai motif di balik unggahannya.

Belum lama berselang, muncul kabar tentang penawaran buzzer kepada influencer dengan nominal mencapai Rp150 juta.

Sejumlah masyarakat menduga Rachel mengambil tawaran tersebut, terutama karena unggahannya dianggap “template” atau mirip dengan beberapa influencer lain yang menyuarakan penyesalan atas pilihan politik masing-masing.

Baca Juga: Eko Patrio Muncul di Instagram Ungkapkan Permohonan Maaf, PAN Nonaktifkan Keanggotaannya di DPR RI

Namun, asumsi ini langsung ditepis oleh Rachel melalui Instagram Story pada 1 September 2025, dengan membagikan postingan berisi “17+8 tuntutan rakyat. Transparansi. Reformasi. Empati.”

Dia pun membubuhkan keterangan: “Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak & bukan buzzer. Tidak menerima sepeserpun uang dalam bentuk apapun. Saya bersama rakyat, dan kekecewaan saya terhadap DPR, jajarannya dan semua penguasa yang bertanggung jawab soal kebijakan-kebijakan tersebut.”

Kasus Rachel Vennya menjadi pengingat bahwa influencer harus mempertimbangkan konteks sosial sebelum mengungkapkan pendapat pribadi di media sosial.

Empati, sensitivitas, dan kesadaran akan situasi publik sangat penting, agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan kontroversi atau salah tafsir.

Klarifikasi Rachel menunjukkan bahwa meskipun niatnya tulus, pengelolaan komunikasi publik harus tetap diperhatikan, terutama di saat masyarakat tengah fokus pada isu-isu penting dan kritis. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#demonstrasi #instagram #Influencer #Rachel Vennya