Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo 2025: Dito Ariotedjo Pamit dari Menpora, Menerima Kabar sebelum Tergeser, Teka Teki Nama Pengganti Belum Dilantik

Shofia Indana Zulfa • Selasa, 9 September 2025 | 18:59 WIB
Menpora Dito Ariotedjo menjadi salah satu menteri yang dicopot dalam reshuffle kabinet.
Menpora Dito Ariotedjo menjadi salah satu menteri yang dicopot dalam reshuffle kabinet.

JAKARTA - Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali mengalami perombakan signifikan. Termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, terkena perombakan.  

Presiden Prabowo telah melakukan reshuffle terhadap lima menteri di Istana Negara, Jakarta, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, Senin (8/9/2025).

Kabar mengenai pencopotan ini segera diikuti dengan pernyataan pamit dari Dito Ariotedjo yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, menegaskan kepergiannya dari Kemenpora.

Situasi ini membuat publik menyoroti siapa sosok pengganti Menpora Dito, terutama karena Menpora Dito Ariotedjo nyatakan pamit tanpa langsung diikuti pelantikan penerusnya yang masih berada di luar kota.

Menpora Dito Ariotedjo nyatakan pamit melalui unggahan di insta story akun Instagram pribadinya pada hari yang sama, Senin (8/9/2025).

Dalam pesannya yang penuh makna, Dito menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berjalan bersamanya dalam upaya membawa perubahan di sektor Pemuda dan Olahraga.

"Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama berusaha membuat perubahan di Pemuda dan Olahraga - Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya," tulis Dito, menunjukkan harapan agar program-program yang telah dirintis dapat diteruskan oleh penggantinya.

Tanggapan Dito terkait pencopotannya ini terbilang santai, dirinya menyebutnya sebagai hak prerogatif Presiden dan mengaku tidak mengetahui alasan spesifik di balik keputusan tersebut.

Dito juga mengakui bahwa ia telah menerima kabar reshuffle ini sejak pagi hari sebelum secara resmi dicopot dari jabatannya.

Pergantian di tubuh kabinet ini, menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, didasarkan pada evaluasi menyeluruh yang dilakukan langsung dan terus-menerus oleh Presiden Prabowo.

Evaluasi ini melibatkan berbagai pertimbangan dan masukan untuk perubahan susunan kabinet.

Meski demikian, pengganti Dito Ariotedjo sebagai Menpora baru belum dapat dilantik secara bersamaan dengan menteri-menteri baru lainnya karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

Hal ini menciptakan pertanyaan besar di kalangan publik mengenai siapa yang akan mengisi kursi Menpora, yang sementara ini masih menjadi tanda tanya dan sosoknya "misterius".

Dengan demikian, setelah Menpora Dito Ariotedjo nyatakan pamit, Kemenpora akan mengalami masa transisi dengan kekosongan pucuk pimpinan untuk sementara waktu.

Selain Dito Ariotedjo, empat menteri lain yang turut dicopot dalam reshuffle Kabinet Merah Putih ini adalah

  1. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan
  2. Menteri Keuangan Sri Mulyani
  3. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
  4. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding

Perombakan ini memicu berbagai reaksi di pasar keuangan, salah satunya terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang langsung ambruk setelah kabar Sri Mulyani kena reshuffle.

Kondisi ini juga menyebabkan kepanikan investor di pasar modal.

Presiden Prabowo juga melantik sejumlah menteri baru untuk mengisi posisi yang kosong atau kementerian yang baru dibentuk.

Salah satu posisi baru yang signifikan adalah Menteri Haji dan Umrah, yang kini dijabat oleh Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan.

Sebelumnya, Gus Irfan adalah Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).

Gus Irfan sendiri mengaku kaget saat dipanggil ke Istana oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada jam 2 siang untuk mengenakan jas dan dasi biru, tanpa mengetahui agenda pasti kedatangannya.

Posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dipegang Sri Mulyani, kini beralih kepada Purbaya Yudhi.

Sementara itu, posisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang ditinggalkan Abdul Kadir Karding, kini diisi oleh Muktarudin.

Untuk Kementerian Koperasi, Ferry Juliantono dilantik sebagai pengganti Budi Arie Setiadi.

Situasi pelantikan ini menarik perhatian, dengan para pejabat yang dipanggil ke Istana tampak mengenakan pakaian senada, yaitu dasi berwarna biru, yang menjadi sinyal kuat akan adanya reshuffle yang akan segera diumumkan.

Mensesneg Prasetyo Hadi secara tegas membantah narasi yang berkembang bahwa reshuffle kabinet ini bertujuan untuk "membersihkan" orang-orang yang terafiliasi dengan Presiden sebelumnya, Jokowi, menegaskan bahwa keputusan ini murni berdasarkan pertimbangan kinerja dan evaluasi.

Reshuffle kabinet ini tidak hanya mengubah komposisi pemerintahan tetapi juga memiliki dampak praktis yang langsung terasa.

Sebagai contoh, pencopotan Dito Ariotedjo sebagai Menpora menyebabkan batalnya jumpa pers Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, menunjukkan bagaimana perubahan ini dapat mempengaruhi agenda-agenda penting olahraga nasional.

Di sisi lain, reshuffle ini dianggap sebagai pembelajaran politik yang penting, di mana para menteri diingatkan untuk selalu menjalankan mandat rakyat dengan penuh tanggung jawab dan integritas, serta tidak bermain-main dengan kepercayaan yang telah diberikan.

Masyarakat sendiri memiliki harapan besar akan perubahan positif yang dibawa oleh kabinet baru ini, menginginkan adanya perbaikan nyata dalam berbagai sektor.

Dengan berbagai perubahan dan dinamika yang menyertainya, Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto memasuki babak baru yang penuh tantangan dan harapan.

Meskipun beberapa posisi kunci masih menunggu pelantikan resmi, termasuk pengganti Menpora Dito Ariotedjo, langkah reshuffle ini menandai upaya Presiden untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahannya demi kemajuan bangsa.

Publik menanti implementasi kebijakan yang konkret dari para menteri baru dan menaruh harapan besar terhadap dampak positif perubahan ini bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#dito ariotedjo #Reshuffle Kabinet Prabowo 2025 #kabinet Merah Putih 2025 #menpora #Politik Indonesia 2025 #Menteri baru 2025