RADAR TULUNGAGUNG - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberikan penekanan penting mengenai kesiapan seluruh kader Partai Gerindra dalam menghadapi kontestasi politik yang akan datang, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Menurut Dasco, waktu yang tersisa menjelang Pemilu 2029 akan terasa sangat cepat, sehingga persiapan harus dimulai sejak dini.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dasco saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) sayap partai Gerindra, Perempuan Indonesia Raya (PIRA), yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/10/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPR ini mengingatkan para kader agar tetap solid dan siap sedia, sebab waktu menuju 2029 diperkirakan hanya menyisakan sekitar tiga hingga 3,5 tahun lagi.
Dasco menggunakan analogi untuk menggambarkan betapa cepatnya waktu berlalu. “Dan tentunya kita juga bersiap-siap karena sebentar lagi waktu tidak terasa, tiba-tiba kita bangun tidur sudah dekat-dekat 2029,” katanya.
Oleh karena itu, semua elemen partai, terutama PIRA sebagai salah satu organisasi sayap, memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan program partai dan mendukung pemerintahan Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Dasco juga menekankan bahwa tantangan bangsa ke depan tidaklah mudah, sehingga soliditas internal semua elemen partai harus terus diperkuat.
“Mari kita sama-sama membangun persaudaraan yang kuat, kekompakan untuk menghadapi dan menjaga situasi yang kondusif terhadap pemerintahan,” pinta Dasco kepada para peserta Munas PIRA.
Organisasi sayap Gerindra, seperti PIRA, diharapkan aktif baik di daerah-daerah dan memberikan masukan-masukan yang positif serta membangun demi keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo.
Pujian Militansi Kader dan Tradisi Partai
Dalam kesempatan tersebut, Dasco juga melayangkan pujian terhadap militansi kader Gerindra. Ia memuji peserta Munas PIRA yang hadir.
Menurutnya, kader Gerindra sejak didirikan pada tahun 2008 sudah dididik agar militan.
Dasco mencontohkan, peserta Munas PIRA datang dengan biaya sendiri dari Pimpinan Cabang (PC-PC) PIRA seluruh Indonesia. “Tapi memang kalau kader Gerindra ya harus begitu,” kata Dasco.
Ia menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak awal, bahkan ketika partai belum berdiri. Biasanya, panitia hanya menyediakan tempat acara dan makanan, sementara akomodasi (menginap) ditanggung sendiri-sendiri oleh kader.
“Dan ini sudah tradisi, memang dari awal untuk kita uji militansi sebagai kader-kader partai yang sudah 17 tahun,” tambahnya.
Baca Juga: Gibran Kuda Hitam Pilpres 2029, Dinilai Sulit Dibendung Jika Prabowo Berhalangan Tetap
Ahmad Riza Patria Ingatkan Tugas Partai Berkelanjutan
Menyambung pesan Dasco, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Ketua DPD Gerindra Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyampaikan hal senada.
Riza Patria menilai bahwa setiap partai harus selalu siap, tidak hanya menjelang Pemilu 2029. Tugas utama partai adalah sebagai perwakilan dari masyarakat.
Riza mengajak para kader untuk terus bersama rakyat dan aktif menyerap aspirasi di lapangan.
Ia mengingatkan pesan dari Presiden Prabowo Subianto bahwa kehadiran Partai Gerindra, khususnya PIRA, harus terus berada di tengah-tengah masyarakat.
Para kader diinstruksikan untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, harapan, serta membantu memperjuangkan cita-cita dan keinginan masyarakat.
Selain itu, kader juga harus membantu mengawal program-program Presiden Prabowo yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat kecil.
Meskipun kontestasi 2029 masih sekitar 3,5 tahun lagi, Riza menekankan bahwa partai harus mempersiapkan langkah politik, termasuk memanaskan mesin politik.
PIRA Siap Kawal Program Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Penasihat PIRA, Biantiningsih Miderawati Djiwandono, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras kader yang berhasil mengantarkan Prabowo menjadi presiden.
Setelah perjuangan pada Pemilu 2009, 2014, dan 2019, akhirnya pada tahun 2024 Ketua Dewan Pembina Gerindra berhasil menjadi Presiden RI 2024–2029.
Baca Juga: Pilpres 2029, Prabowo: Kalau Program Saya Tidak Berhasil, Tidak Perlu Calonkan Saya
Bianti bahkan menyebut angka delapan sebagai "angka sakti" untuk Prabowo, merujuk pada nomor keberuntungan (08) dan status Prabowo sebagai Presiden ke-8 RI.
Ketua Umum PIRA, Sumarjati Arjoso, menambahkan bahwa menghadapi persoalan bangsa yang kompleks saat ini, Presiden Prabowo bertekad menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan menjalankan program Asta Cita.
Sumarjati menegaskan bahwa PIRA akan terus berkiprah bersama Gerindra membesarkan partai. Dalam pemilihan presiden selanjutnya, semua kader akan terus mendukung Prabowo dan mengawal program-programnya menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dasco Berkelakar Takut Ibu-Ibu
Dalam acara Munas PIRA tersebut, Dasco yang juga Wakil Ketua DPR sempat berkelakar mengenai kehadirannya. Ia mengaku rela meninggalkan rapat dengan Presiden Prabowo demi menghadiri Munas PIRA.
"Tadi saya sempat sebelum hadir di acara ini, rapat dengan Presiden. Saya sudah sampaikan, saya enggak bisa lama-lama ikut rapat karena saya lebih takut ibu-ibu daripada Pak Presiden," ujar Dasco, yang disambut tawa peserta.
Dasco menambahkan bahwa Presiden Prabowo juga menitipkan salam kepada para peserta dan berencana hadir pada hari kedua Munas, Jumat (10/10/2025).
Prabowo menitipkan pesan, "Beliau juga bilang, ‘karena saya juga takut sama ibu-ibu, saya besok akan hadir’,” kata Dasco.
Acara Munas tersebut turut dihadiri oleh Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Sumarjati Arjoso, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria.
Dasco juga mendorong semua pengurus Gerindra di daerah untuk tetap aktif dan memberikan masukan yang konstruktif untuk mendukung keberhasilan pemerintahan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana