Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BIN, Bahlil, dan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kertanegara, Prioritaskan Pengembangan SDM STEM

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Senin, 20 Oktober 2025 | 23:21 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BIN, Bahlil, dan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kertanegara
Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BIN, Bahlil, dan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kertanegara

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada hari libur, Minggu sore (19/10/2025).

Pemanggilan mendadak ini menarik perhatian publik dan media, mengingat rapat penting tersebut diselenggarakan di tengah suasana hari libur.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini, fokus pembahasan utamanya adalah mengenai pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menggelar rapat pada hari libur bukanlah yang pertama kali terjadi, menandakan urgensi dari topik yang akan dibahas. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih terpantau datang ke rumah Prabowo di Kertanegara, meskipun hari itu adalah hari libur.

Baca Juga: 35 Juta KPM Bakal Menerima BLT Kesra Mulai Minggu Depan, Penyaluran Melalui Himbara dan PT Pos

Rapat ini, yang bertujuan memastikan kelancaran program-program prioritas, telah dikonfirmasi sebelumnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membenarkan rencana pertemuan tersebut, menyatakan, "Direncanakan ada (rapat)," kepada wartawan pada hari Minggu itu juga.

Agenda utama yang menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kali ini adalah mengenai pengembangan sumber daya manusia berbasis science, technology, engineering, mathematics (STEM).

Pengembangan STEM dianggap krusial untuk menghadapi tantangan global dan memastikan Indonesia memiliki tenaga kerja yang kompeten di masa depan.

Kehadiran para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang beragam, mulai dari sektor ekonomi hingga keamanan, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menyusun strategi pengembangan SDM berbasis STEM ini.

Para pejabat yang dipanggil dan terlihat hadir dalam pertemuan penting di Kertanegara tersebut datang secara bertahap. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tercatat sebagai menteri yang tiba paling awal.

Bahlil, yang tampak mengenakan kemeja putih, sempat melambaikan tangan kepada awak media sebelum memasuki kediaman Presiden.

Kehadiran Bahlil di awal rapat menunjukkan pentingnya koordinasi sektor energi dalam konteks pengembangan SDM dan teknologi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Rayakan Ulang Tahun ke-74, Begini Ucapan dari Tokoh dan Pesohor Indonesia

Menyusul kedatangan Bahlil, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, juga terlihat merapat.

Peran Mendikti Saintek tentu sangat sentral mengingat topik rapat berfokus pada STEM, yaitu inti dari bidang keilmuan dan teknologi yang menjadi tanggung jawab kementeriannya.

Tidak hanya menteri dari bidang teknis dan pendidikan, sektor pertahanan dan keamanan juga diwakili oleh pejabat tinggi negara. Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, hadir menyusul.

Selain Menhan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Mohammad Herindra, juga turut dipanggil ke Kertanegara.

Kehadiran Kepala BIN dalam diskusi mengenai STEM mungkin mengindikasikan bahwa pengembangan SDM unggul juga memiliki dimensi strategis dan keamanan nasional.

Selain para menteri dan Kepala BIN, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto juga datang menyusul ke kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara.

Peran militer dalam mendukung pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, terutama di bidang engineering, seringkali menjadi elemen penting dalam strategi nasional.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Waktu Dua Hari, Tegaskan Belum Mau Bahas Pemecatan Patrick Kluivert karena Masih Menjabat Menpora

Terakhir, yang terlihat merapat adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Prasetyo Hadi, yang sebelumnya telah mengonfirmasi adanya rencana rapat, memiliki peran vital dalam mengkoordinasikan dan mencatat hasil keputusan dari pertemuan yang diselenggarakan pada hari Minggu (19/10/2025) sore itu.

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa inti dari pertemuan di Kertanegara tersebut adalah untuk membahas strategi pengembangan sumber daya manusia yang fokus pada empat pilar kunci, yaitu science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Diskusi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Rapat yang diadakan pada hari libur, Minggu (19/10/2025), di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, sekali lagi menyoroti dedikasi tinggi pemerintahan untuk mengatasi tantangan pengembangan SDM secara cepat dan efektif.

Baca Juga: Cair Oktober! Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Masuk Rekening, Ini Cara Cek Status dan Jadwalnya

Keputusan Prabowo Subianto untuk memanggil Kepala BIN, Bahlil, Sjafrie Sjamsoeddin, dan jajaran pejabat tinggi lainnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor—dari keamanan, ekonomi, hingga pendidikan—demi mewujudkan target pengembangan SDM berbasis STEM.

Dalam segala situasi, komitmen untuk memberikan fakta yang jernih dari lapangan menjadi prioritas, dan rapat di Kertanegara ini mencerminkan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan visi pengembangan kapasitas nasional.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada STEM saat memanggil para pembantunya di hari libur menunjukkan prioritas kebijakan yang sangat strategis bagi masa depan bangsa.

Seluruh elemen yang hadir dalam rapat tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam rangka pembangunan SDM yang berkualitas.

Kehadiran para menteri dan pejabat kunci di hari Minggu, 19 Oktober 2025, membuktikan bahwa meskipun di hari libur, isu-isu strategis, khususnya pengembangan SDM berbasis STEM, tetap menjadi agenda yang tidak bisa ditunda di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. **** 

Editor : Dharaka R. Perdana
#Sjafrie Sjamsoeddin #Bahli Lahadalia #kepala bin #Prabowo Subianto