RADAR TULUNGAGUNG – Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan hari ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader, termasuk generasi muda yang kini dipercaya duduk di lembaga legislatif.
Bagi Dio Jordy Alvian, 33, kader muda PDI Perjuangan sekaligus anggota komisi C DPRD Tulungagung, peringatan ini sarat makna tentang konsistensi perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat.
Wakil rakyat dari dapil II Tulungagung ini menilai, usia 53 tahun bagi PDI Perjuangan ibarat sebuah pohon yang semakin tinggi, namun juga semakin sering diterpa badai.
Berbagai tantangan politik terus bermunculan, termasuk wacana pemilihan kepala daerah yang hanya dipilih oleh DPRD dinilainya sebagai bentuk kemunduran demokrasi.
“Hari Lahir PDI Perjuangan ke-53 ini ibarat pohon semakin tinggi semakin banyak badai yang menghampiri. Termasuk isu pemilihan kepala daerah oleh DPRD, itu kemunduran demokrasi,” ujar Dio.
Meski demikian, Dio menegaskan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tetap konsisten mengarahkan seluruh kader untuk terus bergerak menyapa rakyat, khususnya di akar rumput.
“Tetapi Bu Megawati konsisten tetap memerintahkan kader-kadernya untuk bergerak menyapa akar rumput rakyat paling bawah, karena itu kekuatan sesungguhnya,” katanya.
"Tidak hanya koar-koar di atas kertas saja, tetapi langkah kongkret untuk turun ke akar rumput sesuai instruksi bu ketua umum" imbuh politisi yang juga aktif merangkul generasi muda Tulungagung itu.
Menurut Dio, kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada kedekatan dengan rakyat kecil serta kemampuan membaca aspirasi masyarakat secara langsung. Hal inilah yang membuat partai tetap bertahan dan relevan di tengah dinamika politik nasional.
Selain itu, peringatan Harlah ke-53 juga menjadi momentum penting bagi PDI Perjuangan untuk merangkul generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih melek politik dan tidak apatis terhadap proses demokrasi.
“Apalagi hari ini PDI Perjuangan juga melakukan langkah untuk merangkul Gen Z untuk melek politik,” kata Dio.
Terkait wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD, Dio menegaskan sikap tegas partainya yang menolak sistem tersebut karena dinilai mencederai suara rakyat.
“Maka dari itu PDI juga tegas menolak pemilihan kepala daerah oleh DPRD karena itu mencederai suara rakyat,” tegasnya.
Dio berharap, semangat perjuangan yang diwariskan sejak awal berdirinya PDI Perjuangan tetap terjaga, terutama di kalangan kader muda.
Menurutnya, kader muda memiliki peran strategis untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta memastikan suara masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan politik. ****
Editor : Dharaka R. Perdana