Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Subianto Hampir 80 Persen, Faktor Pemberantasan Korupsi Jadi Penentu

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 16 Februari 2026 | 20:30 WIB

Survei Indikator Politik mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto hampir 80 persen, dipicu isu pemberantasan korupsi.
Survei Indikator Politik mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto hampir 80 persen, dipicu isu pemberantasan korupsi.

RADAR TULUNGAGUNG – Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan angka tinggi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat persetujuan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke-8 tersebut mencapai hampir 80 persen.

Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto masih terjaga di awal masa pemerintahannya.

Dalam survei tersebut, responden yang menyatakan sangat puas tercatat sekitar 13 persen. Sementara mayoritas lainnya berada pada kategori cukup puas.

Jika digabungkan, total kepuasan publik mencapai 79,9 persen. Angka ini dinilai masih “lumayan tinggi”, meski basis pemilih yang menyatakan sangat puas disebut belum terlalu kuat.

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya kepercayaan yang relatif stabil dari masyarakat.

Terlebih, tren ini dinilai berbeda dengan periode sebelumnya, di mana faktor ketegasan personal Presiden Prabowo lebih dominan dalam memengaruhi persepsi publik.

Baca Juga: Usia Pensiun Naik dan Waktu Pencairan Mundur? Pemerintah Rombak Sistem Pensiun Nasional, Ini Penjelasan Lengkapnya

Pemberantasan Korupsi Jadi Alasan Utama

Salah satu temuan penting dalam survei Indikator Politik Indonesia adalah perubahan faktor utama yang mendorong kepuasan publik.

Jika sebelumnya Presiden Prabowo kerap dipersepsikan tegas sebagai alasan utama kepuasan, sejak Oktober 2025 variabel pemberantasan korupsi justru menjadi faktor yang paling banyak disebut oleh responden.

Artinya, masyarakat yang menyatakan puas menilai Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat dalam melawan praktik korupsi. Persepsi ini menjadi penopang utama tingginya angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Selain pemberantasan korupsi, faktor kedua yang banyak disebut adalah seringnya pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan sosial, khususnya bansos pangan dan bantuan langsung tunai (BLT), dinilai memberi dampak langsung terhadap kondisi ekonomi warga.

Pengaruh Bantuan Pasca Kerusuhan

Munculnya faktor bantuan sosial sebagai penentu kepuasan publik dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pasca kerusuhan pada Agustus 2025. Saat itu, pemerintah menggulirkan berbagai program bantuan untuk meredam dampak sosial dan ekonomi.

Langkah tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya persepsi positif masyarakat. Bantuan yang dirasakan langsung oleh warga dianggap sebagai bentuk kehadiran negara, sehingga memperkuat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap penilaian publik terhadap pemerintah.

Baca Juga: Viral Rapel Gaji Pensiunan 2025 Cair Awal Maret 2026, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Profil Demografi Pemilih yang Puas

Berdasarkan data demografi, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo relatif merata. Dari sisi gender, kepuasan sedikit lebih kuat di kalangan perempuan. Namun, basis pemilih laki-laki yang menyatakan puas juga cukup besar, yakni sekitar 77,9 persen.

Dari sisi generasi, profil pemilih yang puas tidak jauh berbeda dengan basis pendukung Presiden Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024. Kelompok generasi muda masih menjadi salah satu penopang utama tingginya tingkat kepuasan.

Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dukungan dari kelompok pemilih yang sejak awal memberikan mandat politik kepada Presiden Prabowo.

Tantangan Memperkuat Kepuasan “Sangat Puas”

Meski angka kepuasan total mendekati 80 persen, porsi responden yang menyatakan sangat puas masih relatif kecil. Kondisi ini menandakan adanya ruang perbaikan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas kinerja agar kepuasan publik tidak hanya berada pada level “cukup”, tetapi meningkat menjadi “sangat puas”.

Penguatan pemberantasan korupsi, konsistensi penyaluran bantuan, serta peningkatan kualitas layanan publik menjadi sejumlah faktor yang berpotensi mendorong kenaikan tersebut.

Baca Juga: Viral Rapelan dan THR Pensiunan 2026 Disebut Sudah Disahkan, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Modal Politik bagi Pemerintahan

Tingginya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai modal politik penting bagi keberlanjutan program-program strategis pemerintah.

Kepercayaan publik yang kuat dapat mempermudah implementasi kebijakan, terutama yang berkaitan dengan reformasi tata kelola dan pembangunan jangka panjang.

Namun demikian, kepuasan publik juga membawa konsekuensi berupa ekspektasi yang semakin tinggi. Masyarakat menuntut agar komitmen pemberantasan korupsi benar-benar diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar narasi.

Secara keseluruhan, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto masih berada pada level tinggi, dengan pemberantasan korupsi dan bantuan sosial sebagai dua faktor utama penopangnya.

Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kinerja agar kepercayaan publik tetap terpelihara dan bahkan meningkat.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Kepuasan Publik #Survei Indikator Politik #Prabowo Subianto #pemberantasan korupsi #Bantuan Sosial Pemerintah