RADAR TULUNGAGUNG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menekan kebocoran anggaran negara sekaligus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya strategis menyelamatkan masa depan generasi Indonesia.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyebut kebocoran anggaran saat ini masih berada di kisaran 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi target utama pemerintah untuk dikurangi secara signifikan.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sebuah forum resmi, di mana ia menekankan pentingnya keberanian bangsa dalam memasang target besar, meskipun sulit dicapai. Menurutnya, Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang menyerah sebelum berjuang.
Tekad itu diwujudkan melalui langkah nyata berupa penertiban birokrasi, penghematan belanja negara, serta penyelamatan aset-aset strategis milik negara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya menemukan masih banyak kebocoran dan penghamburan anggaran sejak menjabat.
Karena itu, pemerintah terus bekerja untuk menutup celah tersebut, sekaligus memastikan setiap rupiah digunakan untuk kepentingan rakyat. Salah satu contoh nyata adalah percepatan implementasi program MBG.
Capaian Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini, laporan dari Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan program MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat.
Angka tersebut dinilai sebagai capaian besar dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, pemerintah juga telah membangun lebih dari 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, dan jumlahnya kini mendekati 23.000 unit yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Keberadaan dapur-dapur ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dan masyarakat rentan.
Presiden Prabowo bahkan membandingkan skala program ini dengan kondisi global. Menurutnya, jumlah penerima manfaat MBG setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau sepuluh kali jumlah penduduk Singapura, bahkan dua kali jumlah penduduk Malaysia.
Target 80 Juta Penerima Manfaat
Tak berhenti di angka 60 juta, Presiden Prabowo menargetkan jumlah penerima manfaat MBG dapat meningkat hingga 80 juta orang.
Ia meminta agar perkembangan program tersebut terus dipantau secara rutin, bahkan secara personal ingin melihat laporan setiap malam.
Target ambisius tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Presiden menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar kebijakan populis, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.
Sempat Diragukan, Kini Dibuktikan
Presiden Prabowo juga menyinggung adanya pihak-pihak yang meragukan keberhasilan MBG sejak awal peluncuran. Bahkan, program tersebut sempat disebut sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa Indonesia.
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa niatnya justru sebaliknya, yakni menyelamatkan anak-anak Indonesia dan membangun republik. Ia mengaku telah mendedikasikan hidupnya sejak muda sebagai prajurit untuk bangsa dan negara.
“Sisa hidup saya hanya ingin membangun dan menyelamatkan Republik Indonesia,” tegas Presiden.
Peran Aparat dan Kolaborasi Nasional
Presiden Prabowo turut mengapresiasi peran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ikut berkontribusi dalam mendukung kelancaran program MBG. Sinergi lintas lembaga dinilai menjadi kunci keberhasilan percepatan program berskala nasional tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dianggap penting agar distribusi bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menyelamatkan Kekayaan Negara
Selain fokus pada MBG, Presiden Prabowo kembali menekankan tekadnya untuk menyelamatkan kekayaan dan aset negara dari kebocoran serta praktik tidak efisien.
Penertiban birokrasi menjadi agenda utama untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, tertib, dan akuntabel.
Menurut Presiden, keberanian dalam memasang target besar harus diiringi dengan kerja keras dan konsistensi.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal agenda penyelamatan keuangan negara dan pembangunan sumber daya manusia.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang ditempuh pemerintah menunjukkan arah kebijakan yang menekankan penghematan anggaran, pemberantasan kebocoran, serta percepatan program sosial strategis.
Dengan capaian MBG yang terus meningkat, pemerintah optimistis target besar dapat tercapai dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula