Radar Tulungagung - Lembaga survei Indonesia Public Institute (IPI) merilis hasil survei nasional terbaru terkait peta elektabilitas calon presiden (capres) 2029. Hasilnya, Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam simulasi bursa capres 2029.
Dalam survei tersebut, Prabowo mencatatkan elektabilitas sebesar 22,3 persen. IPI menyebut capaian ini menjadi potret awal dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2029.
Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan representasi yang proporsional dari beragam latar belakang demografis dan geografis.
Baca Juga: 7 Mobil Terbaik Rp80 Jutaan yang Minim Drama dan Irit BBM, Ada Toyota Yaris hingga Kijang Innova !
Faktor Pendorong Elektabilitas
IPI menilai tingginya elektabilitas Prabowo dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya kondisi ekonomi nasional yang dinilai relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir.
Data pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tercatat sebesar 5,26 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia berada dalam situasi yang cukup baik, meski sebelumnya sempat muncul persepsi publik terkait gejolak ekonomi.
Selain faktor ekonomi, keberlanjutan program pemerintah serta situasi politik nasional yang relatif kondusif juga disebut berkontribusi terhadap kuatnya posisi Prabowo di puncak survei.
Menurut analis IPI, persepsi publik terhadap kinerja presiden dalam menjaga stabilitas ekonomi menjadi salah satu variabel penting yang memengaruhi pilihan responden.
Nama-Nama Lain di Bursa Capres 2029
Selain Prabowo, survei IPI juga mencatat sejumlah tokoh lain yang masuk dalam bursa capres 2029.
Di posisi kedua terdapat Gibran Rakabuming Raka dengan elektabilitas 12,2 persen.
Disusul Ganjar Pranowo sebesar 9 persen dan Anies Baswedan dengan 8,5 persen.
Nama lain yang turut muncul adalah Dedi Mulyadi (7,9 persen) serta Syafri Syamsuddin dengan 7,5 persen.
Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun Prabowo unggul cukup signifikan, peta persaingan menuju 2029 masih terbuka dan dinamis.
Potret Awal Dinamika Politik
IPI menekankan bahwa hasil survei ini merupakan gambaran awal. Dengan waktu yang masih cukup panjang menuju 2029, dinamika politik sangat mungkin berubah seiring perkembangan ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga konfigurasi koalisi partai politik.
Namun, temuan ini menegaskan bahwa Prabowo masih memiliki tingkat pengenalan (awareness) dan basis dukungan yang kuat di tengah masyarakat.
Ke depan, konsistensi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik akan menjadi faktor krusial dalam mempertahankan elektabilitas. Sementara itu, figur-figur lain di bursa capres juga berpeluang meningkatkan dukungan apabila mampu membangun momentum politik yang tepat.
Editor : Edo Trianto