Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Survei Indeks Politika Indonesia: Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa Melejit di Bursa Cawapres 2029, Salip Dedi hingga AHY

Edo Trianto • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:00 WIB
Survei Indeks Politika Indonesia: Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa Melejit di Bursa Cawapres 2029, Salip Dedi hingga AHY
Survei Indeks Politika Indonesia: Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa Melejit di Bursa Cawapres 2029, Salip Dedi hingga AHY

Radar Tulungagung - Hasil Survei Indeks Politika Indonesia terbaru memunculkan kejutan besar menjelang kontestasi Pilpres 2029. Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa yang saat ini menjabat Menteri Keuangan tiba-tiba meroket dan masuk papan atas, baik dalam bursa calon wakil presiden maupun calon presiden.

Dalam simulasi bursa cawapres 2029, elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa tercatat mencapai 28,65 persen. Angka ini menempatkannya di posisi pertama, mengungguli sejumlah nama besar nasional. Temuan ini menjadi sorotan karena selama ini Purbaya dikenal sebagai figur teknokrat, bukan politisi partai.

Survei Indeks Politika Indonesia tersebut menunjukkan dinamika baru dalam peta politik nasional. Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa dinilai tidak hanya kuat di kalangan profesional dan pelaku ekonomi, tetapi juga mulai diterima publik luas sebagai figur alternatif di Pilpres 2029.

Baca Juga: Daftar Mobil Bekas DP Murah di Mirza Mobil, CRV Prestige, Innova Reborn hingga Xpander Bisa Dibawa Pulang Mulai Rp1 Juta !

Unggul di Bursa Cawapres 2029

Dalam simulasi calon wakil presiden, Purbaya berada di puncak dengan 28,65 persen. Ia unggul atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memperoleh 20,15 persen.

Posisi ketiga ditempati Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 15,75 persen. Sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di urutan keempat dengan 12,35 persen.

Nama lain yang turut masuk dalam daftar adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dengan 5,14 persen serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang memperoleh 3,30 persen.

Dominasi Purbaya di bursa cawapres ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi publik. Jika sebelumnya figur-figur dengan latar belakang politik praktis lebih dominan, kini sosok teknokrat dengan citra profesional justru mendapat respons positif.

Baca Juga: 7 Mobil Terbaik Rp80 Jutaan yang Minim Drama dan Irit BBM, Ada Toyota Yaris hingga Kijang Innova !

Masuk Dua Besar Bursa Capres

Tak hanya di posisi calon wakil presiden, nama Purbaya juga masuk dalam bursa calon presiden 2029. Dalam simulasi capres, Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dengan elektabilitas 40,12 persen.

Namun yang mengejutkan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menyodok ke posisi kedua dengan 22,50 persen. Ia mengungguli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meraih 13,40 persen serta Ganjar Pranowo dengan 7,12 persen.

Lonjakan elektabilitas ini menjadi sinyal bahwa publik mulai membuka ruang bagi figur non-partai untuk bersaing di level tertinggi. Apalagi dalam konteks putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus presidential threshold, peluang setiap partai atau koalisi untuk mengusung kandidat semakin terbuka.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 2026 Paling Layak Dibeli, Avanza hingga Brio, Anti Rewel dan Cocok untuk Pemula !

Faktor Kinerja dan Citra Profesional

Pengamat politik menilai, menguatnya elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa tidak lepas dari persepsi publik terhadap kinerja ekonomi pemerintah. Sebagai Menteri Keuangan, ia dinilai berhasil menjaga stabilitas fiskal dan memberikan rasa aman di tengah dinamika global.

Citra profesional, minim kontroversi politik, serta komunikasi yang relatif terukur menjadi modal penting. Di tengah kejenuhan publik terhadap konflik elite, figur teknokrat sering kali dipersepsikan lebih fokus pada kerja nyata.

Selain itu, posisi Purbaya yang tidak terlalu terikat dengan kepentingan partai tertentu membuatnya fleksibel dalam berbagai skenario koalisi 2029. Dalam politik yang semakin cair, fleksibilitas menjadi aset strategis.

Baca Juga: Sambut Tahun Kuda Api 2026, Sembahyang Malam Imlek 2557 di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Penuh Doa dan Harapan

Peta Politik 2029 Makin Dinamis

Hasil Survei Indeks Politika Indonesia ini memperlihatkan bahwa kontestasi Pilpres 2029 masih sangat terbuka. Meski Prabowo Subianto masih unggul signifikan di bursa capres, kemunculan Purbaya sebagai pesaing kuat menunjukkan adanya potensi konfigurasi baru.

Sementara di bursa cawapres, persaingan terlihat lebih ketat. Dedi Mulyadi, AHY, hingga Gibran masih memiliki basis pendukung solid. Namun keunggulan elektabilitas Purbaya menjadi indikator bahwa publik mencari kombinasi kepemimpinan yang dianggap mampu menjaga stabilitas sekaligus membawa pembaruan.

Dengan waktu menuju 2029 yang masih cukup panjang, angka elektabilitas tentu sangat dinamis. Namun satu hal yang pasti, Survei Indeks Politika Indonesia kali ini telah mengubah percakapan politik nasional: Purbaya Yudhi Sadewa bukan lagi sekadar menteri teknis, melainkan sudah masuk radar serius dalam bursa capres dan cawapres.

Editor : Edo Trianto
#Survei Indeks Politika Indonesia #Elektabilitas Purbaya Yudhi Sadewa #Bursa Cawapres 2029 #Pilpres 2029 #Bursa Capres 2029