Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Naikkan Gaji ASN, Guru, dan TNI-Polri 2025, Anggaran Kesejahteraan Tembus Rp81,6 Triliun

Davina Ar Raafika • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:10 WIB

Presiden Prabowo naikkan gaji ASN, guru, dan TNI-Polri 2025. Anggaran kesejahteraan guru tembus Rp81,6 triliun.
Presiden Prabowo naikkan gaji ASN, guru, dan TNI-Polri 2025. Anggaran kesejahteraan guru tembus Rp81,6 triliun.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan kenaikan gaji ASN, guru, serta TNI-Polri dalam kerangka Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Kebijakan ini menjadi bagian dari program prioritas hasil terbaik cepat yang dirumuskan dalam arah pembangunan nasional tahun depan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan aparatur negara bukan sekadar janji politik, melainkan komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan stabilitas negara.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembantu saya, para menteri, kepala lembaga, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras,” ujar Prabowo.

Kenaikan gaji ASN dan guru ini juga sejalan dengan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencatatkan alokasi pendidikan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Pemerintah menilai sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Tambahan Gaji dan Tunjangan Guru

Salah satu poin penting dalam kebijakan ini adalah peningkatan kesejahteraan guru ASN dan non ASN.

Guru ASN, baik PNS maupun P3K, mendapatkan tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok.

Sementara itu, guru non ASN memperoleh kenaikan tunjangan profesi menjadi Rp2 juta per bulan.

Langkah ini disambut positif oleh kalangan pendidik. Pemerintah mencatat pada 2025 terdapat 1.932.666 guru bersertifikat pendidik atau sekitar 64,4 persen dari total guru nasional.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 650 orang dibanding tahun sebelumnya.

Anggaran kesejahteraan guru ASN dan non ASN pada 2025 mencapai Rp81,6 triliun, naik Rp16,7 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan signifikan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Pendidikan Profesi Guru dan Peningkatan Kualifikasi

Selain kenaikan gaji ASN dan tunjangan guru, pemerintah juga menyiapkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk 806.486 guru ASN dan non ASN yang telah memenuhi kualifikasi pendidikan D4 dan S1.

Program ini bertujuan mempercepat sertifikasi guru agar kualitas pengajaran semakin merata.

Saat ini masih terdapat lebih dari 200 ribu guru yang belum berpendidikan D4 atau S1.

Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kualifikasi tersebut melalui program pembinaan dan beasiswa pendidikan lanjutan.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan daya saing global.

Karena itu, kebijakan kenaikan gaji ASN, guru, dan TNI-Polri bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan nasional.

Komitmen terhadap TNI-Polri dan Stabilitas Nasional

Selain guru dan ASN, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan prajurit TNI dan anggota Polri.

Pemerintah menilai stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan.

Meski detail teknis kenaikan gaji TNI-Polri akan diumumkan melalui peraturan pemerintah dan keputusan resmi, arah kebijakan sudah jelas: meningkatkan kesejahteraan aparatur negara agar kinerja semakin optimal dan pelayanan publik semakin berkualitas.

Fokus pada Hasil Nyata

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya kerja nyata yang bisa diukur dan dirasakan langsung masyarakat. Ia mengapresiasi para menteri dan pejabat tinggi negara yang berani mengambil inisiatif tanpa menunggu instruksi detail, selama tetap sejalan dengan strategi besar pemerintah.

“Pemimpin sejati memahami arah besar dan tujuan nasional,” tegasnya.

Kenaikan gaji ASN 2025 dan tambahan kesejahteraan guru menjadi bukti bahwa pemerintah ingin menghadirkan hasil konkret sejak awal masa pemerintahan.

Dengan dukungan APBN yang kuat dan alokasi pendidikan terbesar sepanjang sejarah, pemerintah optimistis kebijakan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Langkah ini diharapkan memberi dampak berantai: kesejahteraan aparatur meningkat, produktivitas naik, kualitas pendidikan membaik, dan pada akhirnya daya saing Indonesia semakin kuat di kancah global.

 

Editor : Davina Ar Raafika
#presiden prabowo subianto #kenaikan gaji pensiunan 2026 #Rapel pensiun ASN #Keadilan struktural #pensiunan APBN 2026