Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Siapa Sebenarnya 9 Naga Indonesia? Deretan Taipan yang Disebut Menguasai Ekonomi, dari Budi Hartono hingga Anthony Salim

Axsha Zazhika • 2026-03-15 19:15:47
Siapa Sebenarnya 9 Naga Indonesia? Deretan Taipan yang Disebut Menguasai Ekonomi, dari Budi Hartono hingga Anthony Salim
Siapa Sebenarnya 9 Naga Indonesia? Deretan Taipan yang Disebut Menguasai Ekonomi, dari Budi Hartono hingga Anthony Salim

 

TULUNGAGUNG - Istilah 9 naga Indonesia kembali menjadi perbincangan publik setelah banyak dibahas di berbagai platform digital dan media sosial. Sebutan 9 naga Indonesia merujuk pada sejumlah konglomerat besar yang disebut memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian nasional.

Dalam berbagai diskusi, 9 naga Indonesia kerap digambarkan sebagai kelompok pengusaha super kaya yang memiliki jaringan luas di dunia bisnis, politik, hingga kebijakan ekonomi. Meski begitu, istilah ini sebenarnya tidak merujuk pada organisasi resmi atau kelompok bisnis tertentu.

Tidak ada daftar resmi yang benar-benar memastikan siapa saja anggota 9 naga Indonesia. Namun, sejumlah nama konglomerat sering disebut dalam berbagai sumber dan perbincangan publik karena pengaruh besar mereka dalam dunia usaha.

Berikut beberapa tokoh pengusaha yang kerap dikaitkan dengan istilah tersebut.

Baca Juga: Motor Listrik UNFLY M100 Dibanderol Rp24,5 Juta, Punya Dinamo 5000 Watt dan Jarak Tempuh 120 Km, Ini Review Kelebihan dan Kekurangannya

Budi Hartono dan Kekuatan Bisnis Djarum Group

Nama pertama yang sering disebut sebagai bagian dari 9 naga Indonesia adalah Robert Budi Hartono. Pengusaha yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong ini merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.

Bersama saudaranya, Michael Bambang Hartono, ia mengembangkan bisnis keluarga melalui Djarum Group. Selain dikenal sebagai produsen rokok besar, perusahaan ini juga memiliki saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA).

Tidak hanya itu, grup bisnis ini juga bergerak di berbagai sektor lain, seperti teknologi elektronik melalui merek Polytron hingga bisnis perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga: Motor Listrik Yadea T9 Jarak Tempuh 100 Km Hanya Rp14 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkap dan Fitur Canggihnya

Menurut data majalah Forbes, kekayaan Budi Hartono pernah mencapai lebih dari 23 miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah.

Sosok Jaob Sutoyo yang Jarang Tersorot

Nama lain yang juga sering disebut adalah Jaob Sutoyo. Berbeda dengan konglomerat lain, sosoknya tidak terlalu dikenal publik dan informasinya relatif terbatas.

Jaob Sutoyo disebut sebagai Presiden Direktur PT Gesit Saran Perkasa yang terlibat dalam proyek pembangunan hotel mewah JS Luwansa di kawasan Kuningan, Jakarta.

Baca Juga: Motor Listrik Mirip Vespa Ini Ternyata Bisa Tempuh 100 Km! Intip Spesifikasi Pacific Virgo 1.2 yang Bikin Penasaran

Beberapa laporan media juga menyebut bahwa ia memiliki jaringan internasional yang kuat. Bahkan pada 2014, ia disebut pernah memfasilitasi pertemuan tertutup antara tokoh politik Indonesia dengan sejumlah duta besar negara asing.

Anthony Salim dan Jaringan Bisnis Raksasa

Nama Anthony Salim hampir selalu muncul dalam daftar 9 naga Indonesia. Ia merupakan pemimpin Salim Group yang didirikan oleh ayahnya, Sudono Salim.

Salim Group dikenal memiliki jaringan bisnis yang sangat luas di Indonesia. Beberapa perusahaan yang berada di bawah kelompok usaha ini antara lain Indofood, Indomaret, dan berbagai bisnis makanan serta ritel lainnya.

Baca Juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan di Tulungagung Dikebut: Ruas Gragalan–Podorejo hingga MT Haryono Ditargetkan Mulus

Total kekayaan Anthony Salim menurut berbagai laporan mencapai lebih dari Rp100 triliun.

Hubungan bisnis Salim Group juga sering dikaitkan dengan sejarah politik Indonesia, terutama pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Taipan Filantropis Dato Sri Tahir

Nama berikutnya adalah Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses yang memulai karier dari latar belakang sederhana.

Baca Juga: Kakang Mbakyu Tulungagung Bersama Disbudpar Gelar Share in Ramadan 2026, Salurkan Donasi dan Santunan Anak Yatim

Mayapada Group berkembang di berbagai sektor seperti perbankan, kesehatan, media, dan properti. Selain aktif di dunia bisnis, Tahir juga dikenal sebagai filantropis yang sering memberikan bantuan kemanusiaan.

Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Pengaruh James Riady di Bisnis dan Politik

James Riady juga sering dikaitkan dengan daftar 9 naga Indonesia. Ia merupakan tokoh penting dalam Lippo Group, salah satu konglomerasi besar di Asia.

Bisnis Lippo Group mencakup berbagai sektor seperti properti, perhotelan, pendidikan, rumah sakit, hingga bisnis digital.

Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung

Namun, nama James Riady juga pernah terseret dalam kasus pendanaan politik di Amerika Serikat pada era Presiden Bill Clinton, yang akhirnya berujung pada denda besar.

Tommy Winata dan Artagraha Group

Nama lain yang kerap muncul adalah Tommy Winata, pemilik Artha Graha Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor seperti perbankan, properti, dan infrastruktur.

Tommy Winata juga dikenal sebagai pendiri yayasan sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan dan lingkungan.

Baca Juga: Haji Her Dermawan: Bagikan Rp93 Juta Lewat Ompreng MBG untuk 1.877 Siswa di Bangkalan Madura

Namun, dalam berbagai laporan media, sosoknya sering disebut memiliki jaringan kuat dengan kalangan pejabat dan militer.

Pengusaha Senior Sofjan Wanandi

Sofjan Wanandi juga masuk dalam daftar pengusaha yang sering disebut dalam pembahasan 9 naga Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh bisnis senior yang aktif dalam dunia organisasi pengusaha.

Wanandi pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan memiliki pengalaman panjang dalam dunia ekonomi serta birokrasi.

Ia juga dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa pada era 1960-an.

Baca Juga: Viral Sumber Uang Haji Her Pengusaha Madura yang Bangun 1.000 Rumah Gratis di Pamekasan, Ternyata dari Bisnis Tembakau hingga Kuliner

Edward Suryajaya dan Kontroversi Bisnis

Nama terakhir yang sering dikaitkan dengan 9 naga Indonesia adalah Edward Suryajaya, putra dari pendiri Astra International, William Suryajaya.

Edward pernah mencoba membangun kerajaan bisnis sendiri melalui berbagai investasi, termasuk mengakuisisi Bank Agung yang kemudian berubah menjadi Bank Summa.

Namun, bank tersebut akhirnya mengalami kebangkrutan dan ditutup oleh Bank Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Bani Israil dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman, Kisah Panjang Bangsa Yahudi yang Jarang Dibahas

Kasus tersebut sempat menjadi salah satu skandal besar di dunia bisnis Indonesia pada masanya.

Istilah yang Masih Jadi Perdebatan

Meskipun banyak nama disebut sebagai bagian dari 9 naga Indonesia, hingga kini tidak ada bukti resmi mengenai keberadaan kelompok tersebut sebagai organisasi nyata.

Sebagian pengamat menilai istilah ini lebih merupakan simbol untuk menggambarkan kuatnya pengaruh konglomerat dalam perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Bani Israil dan Asal-usul Bangsa Yahudi: Dari Nabi Ibrahim hingga Diaspora ke Berbagai Wilayah Dunia

Namun yang pasti, para pengusaha tersebut memang memiliki jaringan bisnis yang besar dan berperan penting dalam berbagai sektor ekonomi nasional.

Editor : Axsha Zazhika
#konglomerat Indonesia #taipan Indonesia #9 naga Indonesia #pengusaha terkaya Indonesia #ekonomi indonesia