RADAR TULUNGAGUNG – Keberadaan Gen Z benar-benar menjadi pemikiran PDI Perjuangan dalam menghadapi kontestasi politik 2029.
Bahkan, mereka harus memoles kepengurusan hingga anak cabang dengan melibatkan generasi muda. Artinya, mereka juga berhadapan dengan program serupa dari partai lain.
Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, menjelaskan bahwa Musrancab merupakan tahapan penting dalam konsolidasi organisasi.
Sebelumnya, dia telah menggelar pra-Musrancab berupa penjaringan di masing-masing PAC.
“Ini puncaknya Musrancab. Sebelumnya sudah ada penjaringan di PAC, kemudian hasilnya kita bawa ke DPD dan DPC untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya saat ditemui di sela-sela Musrancab kemarin (19/4).
Dari forum tersebut, lanjutnya, akan ditetapkan susunan kepengurusan PAC yang selanjutnya disahkan dan dilantik oleh dewan pimpinan daerah (DPD) partai.
Setiap PAC nantinya diisi oleh 11 orang pengurus inti.
“Total ada 11 pengurus di setiap PAC yang akan disahkan dan dilantik. Ini sesuai mekanisme organisasi,” imbuhnya.
Erma menegaskan, penyusunan kepengurusan mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
Salah satu poin penting adalah keterwakilan perempuan minimal 30 persen serta keterlibatan generasi muda.
“Dari 11 pengurus itu, minimal 4 harus perempuan. Kemudian, 20 persen harus dari kalangan Gen Z atau usia di bawah 35 tahun. Bahkan di antara ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB), harus ada unsur Gen Z,” tegasnya.
Dia menyebut, komposisi tersebut telah terpenuhi berkat proses rekrutmen terbuka yang dilakukan sebelumnya.
DPC juga membuka desk pendaftaran serta melakukan penjaringan secara proaktif, terutama menyasar kalangan muda.
“Kita tidak hanya menunggu, tapi juga menjemput bola. Anak-anak muda kita ajak masuk partai karena ke depan mereka yang akan menjadi motor penggerak,” jelasnya.
Baca Juga: Gerindra Tulungagung Panaskan Mesin Politik, Incar 12 Kursi di Pemilu 2029
Dalam upaya menarik minat generasi muda, PDIP Tulungagung juga aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif.
Salah satunya melalui program Soekarno Leadership Camp yang fokus pada pendidikan politik.
“Lewat kegiatan seperti itu, kita ingin anak muda tidak alergi terhadap politik. Justru mereka harus paham bahwa politik formal adalah sarana untuk memperjuangkan aspirasi,” paparnya.
Menurutnya, respons generasi muda cukup positif.
Banyak di antara mereka yang aktif berdiskusi dan terlibat dalam kegiatan partai, termasuk kolaborasi dengan kalangan mahasiswa.
Ke depan, hasil Musrancab ini diharapkan mampu memperkuat mesin partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Baca Juga: Partai Buruh Desak THR Bebas Pajak, Pemerintah Buka Suara soal Skema PPh 21 untuk ASN dan Swasta
DPC PDIP Tulungagung menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Kita pernah meraih 13 kursi, sekarang 12 kursi. Target kita ke depan bisa kembali minimal seperti sebelumnya,” ungkap Erma.
Dia mengakui, berkurangnya kursi pada pemilu lalu salah satunya disebabkan perubahan daerah pemilihan (dapil).
Namun demikian, dia optimistis dengan penguatan struktur dan regenerasi kader, target tersebut dapat tercapai.
Tak hanya legislatif, PDIP Tulungagung juga memasang target untuk kembali merebut kursi eksekutif yang saat ini lepas.
“Kita ingin kembali merebut pendapa. Ini bagian dari ikhtiar politik kita ke depan,” tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri