Radar Tulungagung - Ribuan unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi bagian dari proyek pengadaan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata masih tersimpan di gudang kawasan industri Sentul, Bogor. Motor-motor tersebut bahkan disebut belum pernah digunakan sejak tiba di lokasi beberapa bulan lalu.
Keberadaan motor listrik BGN ini menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi yang melibatkan tiga mantan pimpinan BGN. Salah satu temuan yang diselidiki adalah dugaan mark up atau penggelembungan harga pada pengadaan kendaraan listrik dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Tak hanya pengadaan 21.801 unit motor listrik, penyidik juga menelusuri pengadaan puluhan ribu tablet, sepatu, hingga ribuan televisi berukuran 75 inci yang diduga mengalami praktik serupa.
Ribuan Motor Masih Tersusun Rapi di Gudang
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan motor listrik masih terparkir di halaman gudang PT EMO Electric Mobility, Sentul. Dari luar area penyimpanan, tampak kendaraan-kendaraan tersebut tertutup jaring hitam dan sebagian masih dibungkus plastik pelindung.
Kondisi itu mengindikasikan bahwa kendaraan tersebut masih baru dan belum pernah digunakan maupun didistribusikan ke berbagai SPPG yang tersebar di sejumlah daerah.
Pada bagian bodi motor terlihat jelas logo BGN. Dari kejauhan, tampak dua jenis kendaraan yang tersimpan, yakni motor tipe trail dan motor matik.
Sudah Tersimpan Sejak Setelah Lebaran
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa motor-motor tersebut telah berada di kawasan gudang sejak setelah Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, kendaraan itu sudah tersimpan sekitar tiga bulan. Awalnya, motor-motor tersebut dibiarkan terbuka sebelum akhirnya ditutup menggunakan pelindung untuk menghindari hujan dan angin.
"Sejak habis Lebaran. Sudah tiga bulanan. Awalnya terbuka, sekarang ditutup supaya tidak kehujanan dan kena angin," ujarnya.
Ia juga menyebut sebagian besar kendaraan yang terlihat merupakan motor bergaya trail dan memiliki tulisan atau logo BGN pada bodinya.
Belum Didistribusikan ke SPPG
Motor listrik tersebut sedianya dipersiapkan untuk mendukung operasional SPPG di berbagai daerah. Namun hingga saat ini kendaraan tersebut masih berada di gudang dan belum dimanfaatkan.
Pihak media yang datang ke lokasi tidak diperkenankan masuk ke area gudang maupun memperoleh konfirmasi resmi dari pihak perusahaan pengelola.
Meski demikian, dari luar pagar lokasi, keberadaan ribuan motor dengan logo BGN terlihat jelas dan menjadi bukti bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari proyek Badan Gizi Nasional.
Kejaksaan Agung Masih Dalami Dugaan Korupsi
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran nilai pengadaan motor listrik mencapai lebih dari Rp1 triliun. Kejaksaan Agung saat ini masih mendalami dugaan mark up yang disebut terjadi dalam sejumlah proyek pengadaan di lingkungan BGN.
Selain motor listrik, pengadaan 31.994 unit tablet, 31.994 pasang sepatu, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci juga turut menjadi bagian dari penyelidikan.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan ribuan motor listrik tersebut belum disalurkan, sementara proses hukum terkait dugaan korupsi masih terus berjalan.
Editor : M. Helmi Nurhisam