TRENGGALEK - 'Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui' atau ‘sambil menyelam minum air’. Peribahasa itulah yang cocok menggambarkan Pondok Pesantren Anwarul Haromain, Jalan Raya Baruharjo, Kecamatan Durenan.
Sebab, pondok pesantren yang membawahi lembaga formal SMP, MA, dan SMK itu, menggelar berbagai kegiatan selama Ramadan.
Kegiatan yang dimaksud tidak hanya pondok salaf. Namun pondok pesantren yang memiliki sekitar 1.340 santri itu juga melaksanakan permohonan dari Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Nomor B-1043/Kw.13.02/HM.00/03/2024.
Ini berisi anjuran untuk mengisi kegiatan Ramadan dengan kegiatan memperdalam Furudhul Ainiyah. Terdiri atas Fikih Thohari, Fikih Sholat, membaca Alquran, dan materi moderasi beragama.
Kepala MA Al Anwar, Gunarto S.Pd., M.Pd., melalui salah seorang guru MA Al Anwar, Susilowati S.Pd., mengatakan, pondok Ramadan merupakan kegiatan yang digelar saat bulan puasa. Ini berisi berbagai aktivitas keagamaan.
Beberapa di antaranya, buka bersama, pengajian kitab kuning, salat tarawih, tadarus Alquran dan pendalamannya. “Manfaat pondok Ramadan adalah untuk meningkatkan amal ibadah peserta didik dan guru pada bulan Ramadan,” ujarnya.
Ustadzah Nuril Laili Maulidah, salah seorang pembimbing tahfidzul Quran putri mengatakan, kegiatan santri putri selama Ramadan cukup padat. Diantaranya, pukul 02.30 – 04.00 sahur kemudian salat tahajud. Pukul 04.23 salat subuh.
Pukul 06.00 baca surat yasin, aurod pagi, dilanjutkan salat duha. “Pukul 07.00 – 08.00 mengaji kitab tanbihul muta’alim diikuti seluruh santri dan guru, bersama abuya KH. Bahrul Munir,” katanya.
Kegiatan selanjutnya, pukul 08.00 – 12.20 sekolah formal. Pukul 12.20 – 13.00 salat Duhur. Pukul 13.00 – 14.00 mengaji bersama abuya KH. Bahrul Munir dengan kitab yang sama. Pukul 14.00 – 15.30 istirahat dan mandi.
Pada pukul 15.30 – 16.15 mengaji kitab khusus kelas X, XI, dan XII MA SMK dengan abuya KH. Bahrul Munir. Dilanjutkan pukul 16.15 – 17.00 salat Ashar dan dzikir Hizb.
Pukul 17.00 – 17.30 mengaji kitab minhajul muta’alimin. Pukul 17.50 – 18.50 salat Maghrib dan berbuka puasa bersama. Pada pukul 18.54 – 20.10 salat Isya dilanjutkan salat tarawih.
Pukul 20.20 – 21.00 mengaji kitab sesuai kelas masing–masing beserta beberapa Asaatiidz pondok. Pukul 21.00 – 22.00 tadarus Alquran. Barulah pukul 22.00 istirahat tidur.
Hal senada disampaikan dua orang santri. Yakni Ahmad Zainuddin Nuril Huda, dan Muhammad Hanif Wildan. Mereka merupakan santri kelas 12 akhir. Bagi mereka, semua kegiatan itu tidak lain agar meningkatkan keimanan seluruh santri dan guru.
Dengan begitu, menjadi kebiasaan yang akhirnya akan menjadi karakter kelak ketika mereka sudah pulang kerumah masing–masing. Aamiin. Wa’llohu ‘alamu bisshowab. (*/gun/wen)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra