TULUNGAGUNG – RaTu Film Festival (RFF) 2026 tak hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya film.
Bagi peserta yang baru pertama kali ambil bagian, festival ini sekaligus menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat proses produksi film.
Hal itu dirasakan tim BeDe Motion yang tahun ini untuk kali pertama mengikuti RFF.
Perwakilan BeDe Motion, Siti Nur Janah mengatakan, tema yang diangkat RFF 2026 cukup menarik.
Namun, di balik proses menerjemahkan tema tersebut ke dalam karya, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui tim.
Salah satu yang paling menarik sekaligus menyita perhatian adalah ketika menyusun naskah film.
“Hal paling menarik selama proses berkarya adalah waktu penulisan naskah,” ujar Siti.
Dalam proses produksi, dinamika antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri.
Salah satunya ketika terjadi kesalahpahaman antara pemeran utama dengan ketua tim.
Situasi tersebut menjadi bagian dari pengalaman BeDe Motion dalam belajar mengelola komunikasi selama proses pembuatan film.
Pengalaman unik juga terjadi ketika proses syuting melibatkan adegan menggunakan sepeda motor.
Saat adegan mengharuskan pemeran menyalakan lampu sein, justru tombol klakson yang terpencet.
Momen sederhana tersebut menjadi salah satu kejadian yang membekas bagi tim selama produksi.
Meski demikian, BeDe Motion merasa seluruh bagian film yang mereka garap menjadi sesuatu yang patut dibanggakan.
Bagi tim yang baru pertama kali mengikuti RFF, proses tersebut memberikan pengalaman berharga, terutama dalam membangun kekompakan antaranggota.
“Hal baru yang kami pelajari dari RFF 2026 adalah kekompakan,” kata Siti.
Lebih dari sekadar menghasilkan film, keikutsertaan BeDe Motion juga membuat mereka melihat film sebagai media yang memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kepada penonton.
Karya yang dibuat diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memberikan inspirasi.
“Saya belajar bahwa film bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan dan menginspirasi,” tuturnya.
Setelah mengikuti RFF 2026, BeDe Motion berharap pengalaman perdana tersebut menjadi bekal untuk perjalanan mereka berikutnya.
Tim ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus semakin menghargai proses dan karya film yang dihasilkan para sineas. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri