TULUNGAGUNG - Tiga kali mengikuti RaTu Film Festival (RFF) tidak membuat proses produksi film ANTICANCEL 1 berjalan tanpa tantangan.Pada RFF 2026, tim kembali diuji untuk mengandalkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi ketika kondisi di lapangan tidak sesuai dengan rencana awal.
Perwakilan ANTICANCEL 1 Yulya Mawarny mengatakan, tema RFF 2026 memberikan ruang cukup luas bagi tim untuk mengeksplorasi ide.
Beragam gagasan yang muncul dari anggota tim membuat proses produksi film terasa lebih dinamis.
“Tema tahun ini sangat luas dan banyak yang bisa dieksplorasi. Terlebih, banyaknya ide yang muncul dari anggota tim membuat proses syuting ini sangat seru,” kata Yulya.
Baca Juga: Debat Visual hingga Kru Sakit, Pengalaman Perdana ONE FRAME SMAKALITA di RFF 2026
Salah satu tantangan muncul ketika tim hendak mengambil gambar di ruang penyimpanan peralatan laboratorium sekolah yang sudah tidak digunakan. Setelah melakukan survei, mereka mendapati ruangan tersebut justru dipenuhi bangku.
Kondisi itu membuat konsep pengambilan gambar harus disesuaikan. Tim tidak bisa sepenuhnya mengandalkan rencana awal sehingga perlu mencari cara agar proses produksi tetap berjalan dengan kondisi lokasi yang tersedia.
Kendala lain datang dari keterbatasan perlengkapan yang dimiliki tim. Namun, kondisi tersebut tidak membuat proses produksi berhenti.
ANTICANCEL 1 memilih menyesuaikan peralatan yang tersedia dengan kebutuhan pengambilan gambar. Cara tersebut menjadi bagian dari proses mereka dalam menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan perencanaan.
Baca Juga: ANTARIKSA PROJECT Tiga Tahun Ikut RFF, Makin Matang Produksi Film di Tengah Kesibukan Sekolah
Bagi ANTICANCEL 1, poster dan ide cerita menjadi bagian karya yang paling mereka banggakan. Sementara itu, proses produksi juga menyimpan sejumlah cerita tersendiri.
Salah satunya terjadi ketika mereka menjalani syuting di Bendungan Wonorejo. Dalam proses tersebut, seorang anggota tim mengaku sebagai warga setempat agar bisa masuk tanpa membayar.
Berbagai pengalaman selama produksi akhirnya menjadi bagian dari pelajaran yang dibawa tim dalam RFF 2026. Yulya menyebut ada satu kalimat yang menjadi pegangan mereka selama menyelesaikan proses pembuatan film.
“Kalau sudah berani memulai berarti harus berani menyelesaikan,” ujarnya.
Baca Juga: RFF 2026, CINEMA BOY Angkat Tradisi Pintan lewat Film “Getun”
Melalui karya yang dibuat, ANTICANCEL 1 ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak perlu ragu untuk membela dirinya sendiri. Pesan tersebut kemudian dikemas melalui cerita yang dikembangkan bersama seluruh anggota tim.
Setelah tiga kali ambil bagian dalam RFF, ANTICANCEL 1 berharap pengalaman tersebut tidak hanya membuat tim mereka semakin berkembang. Mereka juga berharap penyelenggaraan RFF ke depan semakin inovatif.
Tim berharap RFF dapat terus menjadi ruang bagi peserta untuk menghasilkan karya film sekaligus menginspirasi lebih banyak orang melalui cerita yang mereka buat.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri