RADAR TULUNGAGUNG - SMPN 1 Kedungwaru menggelar Parade Kentrung dan peresmian Galeri Batik Ciprat pada Selasa (29/04).
Kegiatan ini mengedepankan nilai budaya dan edukasi sebagai bentuk aksi nyata pelajar SMPN 1 Kedungwaru dalam melestarikan kearifan lokal.
Pagelaran Parade Kentrung yang berlangsung dengan penuh semangat itu menjadi bukti nyata dari komitmen SMPN 1 Kedungwaru dalam mengimplementasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Tema "Kearifan Lokal" menjadi sorotan utama dalam acara ini, yang menampilkan bakat para siswa dalam memelihara dan menghidupkan kembali seni tradisional daerah.
Baca Juga: Tanda Tanya Masa Depan Batik Tulungagung, Dibayangi Krisis Pembatik Muda
Kepala SMPN 1 Kedungwaru, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran Kurikulum Merdeka yang mendorong para siswa untuk mengenali, menghargai, dan melestarikan budaya lokal.
"Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga di luar, di mana siswa dapat berperan aktif sebagai pelaku budaya yang kreatif," ujar Sri Wahyuni dengan penuh semangat.
Baca Juga: Mengenal Sosok Inspiratif Mbok Gimah, Sang Maestro 'Kentrung' Perempuan Asal Tulungagung
Parade Kentrung kali ini menampilkan kolaborasi luar biasa antara siswa, guru senior, dan seniman kentrung jedor yang turut meramaikan acara puncak.
Penampilan yang menggabungkan seni musik tradisional khas Tulungagung ini berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para pengunjung yang hadir.
Baca Juga: Jaranan Jawa Sepi Peminat di Tulungagung, Benarkah Kalah dengan Jenis Jaranan Lain?
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahardi Puspita Bintara, yang turut hadir, menyampaikan rasa bangga.
Karena hal ini lebih dari sekadar hiburan. Parade ini adalah bentuk pemikiran kritis, kreativitas, dan penghargaan terhadap kekayaan budaya kita.
"Siswa bukan hanya sebagai penonton, mereka adalah pelaku budaya yang sesungguhnya," tegasnya.
Selain parade, acara tersebut juga dirangkai dengan peresmian Galeri Batik Ciprat Arsiduta, hasil karya siswa yang mengeksplorasi seni batik modern berbasis ciprat.
Galeri ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya.
Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, SMPN 1 Kedungwaru memperkuat komitmennya dalam mendidik siswa menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pelajar dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa melalui berbagai media dan ekspresi seni.
Ke depan, diharapkan semangat dan kreativitas seperti ini akan terus berkembang, memberi inspirasi tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai dan menjaga warisan budaya daerah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana