Bersih Desa, Tradisi Budaya Khas Tulungagung yang Tetap Lestari di Era Modern
Sandy Sri Yuwana• Selasa, 6 Mei 2025 | 06:13 WIB
Foto ilustrasi tradisi Jawa, selamatan, pada zaman dahulu
Radar Tulungagung – Tradisi budaya Bersih Desa masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa di Kabupaten Tulungagung.
Meski zaman terus berubah, upacara adat ini tetap dijaga dan dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian warisan leluhur.
Bersih Desa di Tulungagung tidak hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang sangat tinggi.
Dalam kegiatan ini, masyarakat melakukan pembersihan lingkungan desa, mengadakan selamatan, hingga menggelar pagelaran seni tradisional.
Biasanya bersih desa diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan, dilanjutkan dengan ritual selamatan berupa tumpengan dan sesaji.
Kegiatan ini umumnya digelar di balai desa atau tempat yang dianggap sakral.
Hasil bumi seperti padi, jagung, dan buah-buahan diarak dalam kirab budaya yang meriah, sebagai simbol kesuburan dan keberkahan.
Tak ketinggalan, pementasan kesenian tradisional seperti jaranan, reog, dan wayang kulit ikut memeriahkan acara malam harinya.
Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga wisatawan lokal.
Kegiatan Bersih Desa di Kabupaten Tulungagung, menjadi peluang besar dalam pengembangan wisata budaya Tulungagung.
Pengemasan yang tepat serta promosi yang baik dapat menjadikan tradisi ini sebagai agenda tahunan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Meski berada di tengah arus modernisasi, Bersih Desa tetap eksis berkat semangat masyarakat dalam menjaga identitas budaya.
Dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting agar tradisi ini tetap hidup dan mampu menjadi aset pariwisata yang berkelanjutan.