Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Desa Mirigambar Tulungagung Bisa Celaka Jika Pentaskan Lakon Angling Dharma, Benarkah Demikian?

Dharaka R. Perdana • Rabu, 7 Mei 2025 | 18:14 WIB

 

Sosok Prabu Angling Dharma yang diperankan aktor Anto Wijaya. (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)
Sosok Prabu Angling Dharma yang diperankan aktor Anto Wijaya. (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)

RADAR TULUNGAGUNG - Desa Mirigambar, yang terletak di wilayah Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, menyimpan sebuah mitos unik yang masih dipercaya hingga kini mengenai Angling Dharma.

Warga desa yang berada di Tulungagung timur ini, khususnya Dusun Mirigambar dan Dusun Miridudo yang ada di dalamnya dilarang keras mementaskan atau membawakan cerita Angling Dharma dalam bentuk apapun.

Baik dalam seni ketoprak, wayang, maupun pertunjukan rakyat lainnya yang melibatkan sosok Angling Dharma. Konon, pelanggaran terhadap pantangan ini dapat mendatangkan kesialan bahkan bencana.

Baca Juga: Di Lahan Dekat Candi Mirigambar Tulungagung Ditemukan Lumpang Batu, Benarkah Benda Ini Cagar Budaya?

Hal ini tidak lepas dari keberadaan Candi Mirigambar yang bagi masyarakat setempat berhubungan erat dengan kisah Angling Dharma.

Salah satu warga setempat bernama Zuly Kristanto mengatakan, mitos tersebu bermula dari kisah pengembaraan Angling Dharma, seorang raja sakti mandraguna dari Kerajaan Malwapati.

Setelah ditinggal wafat oleh istrinya yang melakukan pati obong (bakar diri), sang prabu dirundung duka mendalam dan memutuskan meninggalkan tahta kerajaan untuk mengembara tanpa arah.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Candi Mirigambar, Punya Relief Berjuta Makna

Dalam pengembaraannya, ia sampai di kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Mirigambar.

Di tempat ini, ia menyaksikan peristiwa mengerikan, tiga wanita cantik tengah menyantap daging seorang pemuda.

"Untuk mencari tahu siapa mereka, Prabu Angling Dharma lalu menggunakan kesaktiannya untuk menyamar menjadi seekor burung gagak," katanya.

Baca Juga: Mengenal Candi Dadi, Warisan Sejarah di Puncak Bukit Tulungagung

Pria yang juga penulis lepas ini melanjutkan, ketika salah satu wanita melemparkan jerohan pemuda ke arah burung gagak tersebut, Angling Dharma tidak memakannya.

Sebaliknya, Angling Dharma menyimpan jerohan itu di tempat para wanita biasa berdandan.

Saat ketiganya hendak berhias dan menemukan jerohan tersebut, mereka sadar bahwa gagak itu bukan burung biasa, melainkan jelmaan sang prabu.

Ketegangan pun memuncak, terjadi perang tanding antara Prabu Angling Dharma dan ketiga wanita misterius itu.

Baca Juga: Candi Kedaton Bukan Sekadar Bangunan Bersejarah, Ternyata Punya Fungsi Khusus Bagi Bangsawan Majapahit

"Dalam versi ini, Prabu Angling Dharma kalah dan dikutuk menjadi burung mliwis putih atau belibis putih, yang dalam mitologi Jawa sering dikaitkan dengan pertapa sakti atau makhluk gaib," terangnya.

Kendati demikian, lanjut pria berkulit sawo matang ini, ada versi lain dari kisah ini juga hidup di masyarakat Mirigambar.

Dalam versi ini, tiga wanita tersebut bukanlah manusia biasa, melainkan raksasa putri bernama Widhata, Widhati, dan Widhaningsih.

Baca Juga: Di Sekitar Candi Kedaton Mojokerto Banyak Ditemukan Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apa Saja?

Meski awalnya terjadi konflik, ketiganya justru akhirnya menjadi istri Prabu Angling Dharma dan hidup damai bersamanya.

Larangan ini bukan sekadar mitos kosong. Beberapa warga mengaku pernah mengalami kejadian aneh atau musibah setelah mementaskan cerita Angling Dharma di desa.

Karena itu, hingga kini, pertunjukan dengan lakon Angling Dharma dihindari, meski pementasan tersebut lazim dilakukan di daerah lain.

"Mitos ini tidak lepas dari keberadaan Candi Mirigambar yang dianggapp sebagai punden desa. Dan sampai saat ini masih lestari," tutur Zuly. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#mitos #tulungagung #angling dharma #mirigambar