Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Enam Budaya Asal Gresik Jawa Timur yang Diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Berikut Rinciannya dan Nomor Terakhir Ada di Pulau Bawean

Betty Khasandra Pujayanti • Selasa, 27 Mei 2025 | 19:00 WIB
Tercatat ada enam budaya asal Gresik yang resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, termasuk sego krawu.
Tercatat ada enam budaya asal Gresik yang resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, termasuk sego krawu.

GRESIK-Kabupaten Gresik menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa dan hingga kini masih lestari.

Tercatat ada enam budaya asal Gresik yang resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia asal Gresik untuk melestarikan kearifan lokal dari kepunahan.

Berikut budaya asal Gresik yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia.

  1. Damar Kurung

Damar Kurung merupakan lampion tradisional yang terbuat dari rangka kayu atau bambu. Bentuknya kotak, dibungkus kertas putih yang dilukis.

Lukisan pada Damar Kurung banyak menceritakan kehidupan sehari-hari masyarakat Gresik. 

  1. Sanggring Gumeno

Tradisi Sanggring atau memasak kolak ayam dari Gumeno diyakini mampu menyebuhkan berbagai penyakit.

Setiap tanggal 23 Ramadan, warga setempat menyajikan ribuan piring kolak ayam untuk dinikmati bersama.

  1. Pudak

Pudak merupakan kue tradisional berbahan tepung beras dan gula karamel.

Makanan ini awalnya dijadikan bekal perjalanan jauh bagi para santri dan pedagang karena tahan lama dan tinggi kalori.

  1. Dhurung Bawean

Dhurung merupakan balai kecil khas Pulau Bawean yang berfungsi sebagai tempat bersantai.

Struktur bangunan dari kayu dan bambu ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1883 dan tetap lestari hingga kini. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Kemenbud #budaya gresik #jawa timur