Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kepedulian Gadis Asal Tulungagung, Juana Jihan Saputri Terhadap Seni Tari, Rela Gratiskan Anak-Anak Ingin Belajar di Sanggar

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 2 Juli 2025 | 21:00 WIB

 

Gadis asal Tulungagung, Juana Jihan Saputri, mengolala sanggar Roso Sejati yang kini miliki ratusan anak didik tanpa ada biaya untuk berlatih.
Gadis asal Tulungagung, Juana Jihan Saputri, mengolala sanggar Roso Sejati yang kini miliki ratusan anak didik tanpa ada biaya untuk berlatih.

 

TULUNGAGUNG-Bentuk kepedulian akan kelestarian budaya dari gadis asal Tulungagun, Juana Jihan Saputri, hingga kini rela menggratiskan latihan tari bagi siapa pun yang ingin belajar di sanggar Roso Sejati.

Dia sudah melakukan hal tersebut sejak tahun 2020 di sanggar miliknya di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

"Sanggar gratis ini bermula ketika melihat minat dari anak-anak maupun orang tua di kawasan perkotaan Tulungagung yang ingin belajar tari," ujar Jihan, sapaan Juana Jihan Saputri

Namun, mereka (anak-anak dan orang tua) biasanya terkendala dengan biaya sehingga terkadang mengurungkan niatan untuk belajar seni tari.

Tak jarang mereka lantas acuh dengan kepedulian akan budaya nenek moyang ini. “Dulu masih awal-awal kuliah rela pulang pergi dari Solo-Tulungagung,’” terangnya, Selasa (1/7/2025).

Dia mengaku bahwa awal mula mendirikan latihan gratis untuk tari sekitar 20 orang. Terdiri dari anak-anak maupun dewasa atau dua kelas.

Tiap Sabtu setelah pulang sekolah, peserta latihan dilatih sekitar 1 jam.

“Ada teman yang membantu, tidak saya saja jadi pelatih tari. Termasuk Widad Setia, Nanda, serta Cantika,” kata gadis 23 tahun ini.  

Lulusan ISI Solo ini tak mempermasalahkan PP dari saat kuliah ke kampung halaman. Terpenting niat baik dalam membantu anak-anak bisa tercapai.

Jika hal baik dilakukan dengan ikhlas, maka hasilnya akan positif dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Semula, kata dia, awal-awal memang melatih  peserta latihan yang beragam. Ada yang belum bisa sama sekali, ada juga yang sebagian sudah mengenal dasar-dasar.

Hal ini pun dilakoni dengan telatan agar anak-anak maupun yang ingin belajar tetap betah serta semakin mahir menari.

Hasilnya, peserta lambut laun bisa menguasai instruksi yang diberikan pelatih hingga berani tampil di panggung.

“Melihat anak-anak didik bisa dan berani tampil di panggung sudah merupakan kebahagiaan tersendiri,” ujar warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.

Dia dengan sanggar yang dikelolanya ini terus berkembang dan respons masyarakat sangat mendukung.

Alhasil, jumlah peserta latihan tambah hingga  mencapai ratusan. “Ada ratusan siswa sakarang dan dibantu beberapa pelatih,” ungkapnya.

Jumlah siswa yang berlatih ada banyak dan kini ada klasifikasi tersendiri hingga mahir. Jika ingin lulus tentu harus ikut ujian dan bisa ikut tahapan kelas berikutnya.        

Dia sendiri tetap melatih dan mengelola sanggar secara mandiri dengan berbagai cara. Termasuk persewaan kostum dan hasilnya untuk operasional sanggar. (*/c1/din)                                                                                                                       

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#sanggar roso sejati #tulungagung #tari #Juana Jihan Saputri