TULUNGAGUNG – Sebanyak 50 dalang muda dari enam kabupaten/kota di Jawa Timur berkumpul di Tulungagung, Jumat (4/7/2025), untuk menyongsong gelaran Festival Dalang Muda tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Pertemuan tersebut digelar di wilayah Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, yang diinisiasi oleh Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Timur, Ki Sinarto. Para dalang muda itu berasal dari Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Ki Sinarto menjelaskan, pertemuan di Tulungagung ini menjadi langkah awal penting dalam proses persiapan menuju festival. Dia menekankan pentingnya kesiapan sejak dini, termasuk dari sisi teknis maupun anggaran.
“Kami di Pepadi Jawa Timur sedang mempersiapkan teknis festival agar para peserta tidak terlalu terbebani dengan besarnya biaya produksi,” jelas Sinarto, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur.
Salah satu terobosan yang dilakukan Pepadi adalah penyediaan tim pengrawit lengkap oleh panitia.
Dengan begitu, para dalang tidak diwajibkan membawa rombongan pengrawit sendiri.
Namun, peserta tetap diperbolehkan membawa maksimal tiga orang pengrawit pendamping.
“Semangatnya agar festival nanti bisa berjalan lebih ringan secara pendanaan, sekaligus mendorong kemandirian dan kemampuan individu para dalang,” tandasnya.
Gagasan tersebut disambut positif oleh para peserta. Mereka mengaku lebih tenang dan bersemangat karena beban biaya produksi bisa ditekan sehingga dapat lebih fokus pada penampilan.
Berdasarkan pantauan koran ini, para dalang muda dari beberapa kota tersebut sangat antusias mengikuti arahan yang diberikan oleh ketua Pepadi Jawa Timur.
Tak hanya itu, acara tersebut juga dihadiri oleh ketua Pepadi dari Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut, para dalang muda Tulungagung juga menjadikan momen untuk bercerita dan sharing tentang kesenian wayang kulit untuk era modern ini.
Festival ini nantinya diharapkan menjadi ajang regenerasi dalang muda sekaligus panggung kreativitas yang memperkuat eksistensi wayang di kalangan generasi baru. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah