TULUNGAGUNG – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memastikan komitmennya untuk mengawal pelestarian budaya di Tulungagung.
Kehadiran Giring di Kabupaten Tulungagung bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi simbol keseriusan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam merawat kebudayaan Indonesia.
“Saya kagum dengan kebudayaan di Tulungagung. Dan saya sendiri sebagai wakil menteri kebudayaan yang akan kawal kebudayaan Tulungagung,” ujar Giring pada Minggu (13/7/2025).
Giring menegaskan bahwa dibentuknya Kementerian Kebudayaan untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan kebudayaan sebagai wajah bangsa.
“Selama 79 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini ada Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri. Itu pesan langsung dari presiden. Kebudayaan harus menjadi wajah bangsa kita,” tegas pria yang pernah eksis sebagai penyanyi tersebut.
Giring mengungkapkan bahwa kementerian ini tak hanya menjadi institusi administratif, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitator, terutama bagi para penghayat dan pelaku budaya. Dia bahkan menyebut kementeriannya sebagai “alat” yang bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat demi kepentingan budaya.
"Kami ini alat. Maka, ayo warga Tulungagung peralatlah kami demi kemajuan kebudayaan, khususnya di Kabupaten Tulungagung ini," katanya.
Selain itu, Giring turut memperkenalkan skema Dana Indonesiana, yaitu dana abadi kebudayaan yang kini dibuka untuk para pelaku budaya di seluruh Indonesia.
Dana Indonesiana tersebut bisa digunakan untuk mendokumentasikan tarian, membuat festival, hingga produksi film dokumenter kebudayaan.
“Kalau teman-teman muda Tulungagung ingin membuat festival atau proyek kebudayaan, silakan. Saya akan kawal langsung. Tapi nanti tunggu pembukaan periode berikutnya di Oktober,” jelasnya.
Giring mengajak seluruh elemen di Tulungagung untuk bangga dengan kebudayaan lokal.
Dia juga meminta seluruh budayawan, seniman, penghayat, tua hingga muda, untuk kompak dan terus menjalin komunikasi agar budaya lokal bisa dilestarikan dan dikembangkan sesuai zaman.
“Anak-anak muda jangan dijauhi. Ajak mereka, beri contoh. Ajak pakai kain, kebaya, tapi yang simpel dan adaptif dengan zaman. Karena kebudayaan itu bukan cuma tradisi, tapi identitas dan kekuatan bangsa,” pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah