RADAR TULUNGAGUNG - Dalam khazanah sastra Jawa klasik, Serat Tripama karya KGPAA Mangkunegara IV menyimpan pesan moral yang tetap relevan untuk membangun karakter bangsa.
Salah satu tokoh yang diangkat dalam Serat Tripama ini adalah Bambang Sumantri atau Patih Suwanda dari Kerajaan Maespati, sosok senopati yang menjadi teladan kesetiaan dan keberanian bagi para prajurit.
Dalam bait pertama, Serat Tripama menegaskan tiga unsur penting yang menjadi pegangan hidup Patih Suwanda, yaitu:
Baca Juga: Ajarkan Semangat Nasionalime, Inilah Serat Tripama Karya KGPAA Mangkunegara IV
1. Guna
Kemampuan, kepandaian, dan penguasaan ilmu, baik ilmu keprajuritan maupun pengetahuan yang berguna untuk negara.
2. Kaya
Kecerdikan, kebijaksanaan, dan kemampuan menyusun siasat yang tepat dalam setiap situasi, khususnya di medan pertempuran.
3. Purun
Keberanian, kemauan kuat, dan tekad untuk berkorban demi kehormatan bangsa dan negara.
Baca Juga: Warisan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Nama Jabatan di Majapahit Sesuai Prasasti Waringin Pitu
Tiga nilai ini menjadikan Patih Suwanda sebagai sosok manusia utama yang patut diteladani, tidak hanya oleh prajurit masa lalu, tetapi juga oleh generasi muda Indonesia saat ini.
Bait kedua menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut terwujud dalam tindakan nyata. Patih Suwanda membuktikan guna ketika memimpin perang ke Negeri Magada dan berhasil memboyong Putri Citrawati beserta 800 pengiringnya untuk dipersembahkan kepada rajanya.
Dia menunjukkan kaya dengan kecerdasannya menyusun strategi perang yang gemilang. Dan puncaknya, ia menegaskan purun dengan keberanian luar biasa saat menghadapi Rahwana dari Negeri Alengka, meskipun akhirnya gugur di medan laga.
Kisah Patih Suwanda mengajarkan bahwa nasionalisme tidak hanya diukur dari cinta pada tanah air, tetapi juga dari kesiapan mengasah kemampuan, berpikir strategis, dan berani berkorban demi kepentingan bangsa.
Di era modern, nilai guna, kaya, purun dapat diterjemahkan menjadi:
- Meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan keterampilan.
- Menggunakan kecerdasan untuk mencari solusi bagi permasalahan bangsa.
- Memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran dan kepentingan rakyat.
Baca Juga: Kisah Tragis Pengkhianat Mataram, Jasadnya Dinjak-injak Pengunjung Astana Pajimatan Imogiri
Serat Tripama melalui tokoh Patih Suwanda memberikan gambaran konkret bahwa semangat nasionalisme lahir dari kombinasi antara kemampuan, kecerdikan, dan keberanian berkorban.
Di tengah tantangan zaman, nilai-nilai ini layak dihidupkan kembali agar generasi penerus bangsa tetap memiliki jiwa kepahlawanan yang tidak lekang oleh waktu.
Editor : Dharaka R. Perdana