RADAR TULUNGAGUNG - Pawai Bhinneka Tunggal Ika Tulungagung pada 24 Agustus 2025 lalu menyisakan cerita unik. Seorang bocah kelas 3 SD berhasil mencuri perhatian ribuan penonton dan warganet.
Anak itu bernama Damar Wishnu Dewangga, siswa kelas 3B SDN 4 Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung. Aksi spontan dan penuh percaya dirinya membuat banyak penonton terpukau.
Penampilannya viral di TikTok karena banyak warga yang mengabadikan atraksi menarinya. Bahkan beberapa video yang menampilkan gerakannya langsung mendapat ribuan tayangan.
Baca Juga: Generasi Muda Tulungagung Bangkitkan Kesenian Tradisional: Tayub, Jaranan, dan Campursari
Dengan kostum bertema Garuda Wisnu Kencana, Wishnu tampil begitu percaya diri. Ia bahkan berani melakukan atraksi salto, roll depan, hingga roll belakang di depan ribuan pasang mata.
Atraksi tersebut membuat para penonton bersorak kagum. Anak kecil yang semula tampak polos itu justru menunjukkan keluwesan gerak tarian khas seniman.
Konsep kostum Garuda Wisnu Kencana itu ternyata dibuat secara mendadak. Hanya tiga hari sebelum pawai, orang tua Wishnu menyiapkan semua kebutuhan penampilan tersebut.
Ayahnya, Bramanto Isworo, turun tangan langsung untuk membuat dekorasi kereta pawai. Hal itu bisa dilakukan karena keluarga mereka memiliki usaha persewaan,dan pembuatan alat kesenian.
Selain itu, ibunya, Aning Widyawati, juga mendukung penuh penampilan sang anak. Semua persiapan dilakukan secara mandiri, termasuk desain dan penjahitan kostum.
Proses pembuatan kostum baru dikerjakan H-3 sebelum acara. Beruntung keluarga ini memiliki jaringan penjahit sendiri, sehingga kostum bisa selesai tepat waktu.
Untuk iringan musik, Wishnu menggunakan aransemen dari Sanggar Lestari Widodo Wiryatama. Musik tersebut dipadukan dengan gerakan tarian tradisional khas Tulungagung bercampur nuansa kontemporer.
Menariknya, Wishnu tidak melakukan latihan khusus menjelang pawai. Ia hanya menari spontan mengikuti alunan musik yang diputar saat pawai berlangsung.
Hal itu dimungkinkan karena Wishnu memang sudah terbiasa menari sejak kecil. Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia seni membuat bakatnya semakin terasah.
Wishnu juga aktif di sanggar tari sehingga terbiasa menampilkan berbagai gerakan. Spontanitasnya di jalan pawai justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Penampilannya yang memukau membuat juri menobatkannya sebagai Juara 2 mewakili SDN 4 Kampungdalem. Capaian ini tentu membanggakan bagi sekolah maupun keluarganya.
Selain aktif di sekolah, Wishnu juga terlibat dalam berbagai pementasan tari di luar. Ia kerap menari sebagai ganongan dalam reog, celengan, hingga tarian khas jaranan shenterewe dengan grup turonggo benik dan kucingan.
Wishnu bahkan piawai memainkan gamelan di rumah. Hal ini dipelajarinya langsung dari ayahnya dan juga kakeknya, Mbah Musoto (Gewol), seorang seniman jaranan ternama di Tulungagung.
Keluarganya memiliki seperangkat gamelan sendiri di rumah. Dari situlah Wishnu terbiasa belajar sambil bermain musik tradisional bersama keluarganya.
Prestasi Wishnu tidak berhenti di pawai Bhinneka. Tahun lalu, ia bahkan diundang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk tampil di Gedung Grahadi Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Wishnu dipercaya membawakan peran sebagai maskot Gajah Mada kecil. Acaranya digelar setelah penurunan bendera dalam peringatan HUT RI di Surabaya.
Kisah Damar Wishnu Dewangga ini menunjukkan bakat seni yang luar biasa sejak usia dini. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan membuatnya semakin percaya diri menapaki jalan sebagai seniman muda Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana