Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sembahyang Ulambana di TITD Tjoe Tik Kiong Tulungagung Berlangsung Khidmat, 3 Ribu Paket Sembako Habis Dibagikan ke Masyarakat

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 11 September 2025 | 00:02 WIB

PENUH: Warga antre paket sembako dari pengurus Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong, Rabu(10/9/2025). (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG
PENUH: Warga antre paket sembako dari pengurus Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong, Rabu(10/9/2025). (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG

RADAR TULUNGAGUNG - Tulungagung masih beratapkan langit mendung saat warga antre masuk ke Klenteng TITD Tjoe Tik Kiong pada Rabu (10/9/2025) pagi.

Para pengurus satu-satunya klenteng di Tulungagung yang berseragam pakaian berwarna merah tampak sigap mengarahkan para peserta dengan dibantu oleh jajaran TNI/Polri dan ormas.

Baca Juga: Ganti Baju Dua Kali, Dewa Tertinggi Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Mak Co Bakal Mudik ke Tiongkok Tahun Ini

Sebagian panitia mengarahkan umat untuk mempersiapkan diri sebelum mulai digelar peribadatan.

Di pelataran klenteng di Jalan WR Soepratman Tulungagung itu, ada banyak paket sembako dibungkus kantong plastik warna merah yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat dalam rangka Sembahyang Ulambana.

"Ini acara rutin diadakan TITD setiap tahunnya. Ini bulan Imlek, jadi istilahnya sana ngomong Bulan Setan. Itu maksudnya bulan ini di Nirwana atau (alam) arwah dibuka supaya arwah itu bisa bebas selama satu bulan mengunjungi familinya," kata pengurus Kelenteng TITD Tjoe Tik Kiong, Wibitono.

Ada berbagai prosesi dalam rangkaian sembahyang Ulambana. Mulai dari sembahyang dewa-dewa di dalam kelenteng, sembahyang di halaman kelenteng, dan pembagian paket sembako ke warga.

Laki-laki yang juga menjadi ketua penitia upacara sembahyang Ulambana 2025 ini menambahkan, rangkaian peribatan ini bertujuan sebagai persembahan bagi dewa dan arwah leluhur. "Agar mereka tidak mengganggu manusia yang masih di dunia ini," ucapnya.

Proses persiapan digelar selama sebulan. Dalam prosesnya, panitia membuka donasi dari umat. Donasi yang terkumpul dibagikan ke masyarakat dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako) dan berbagai bahan makanan dan minuman lain.

"Kita belikan atau ditukarkan dengan sembako. Sembako kali ini 3.000 paket. Ada beras, ada minyak, ada gula, ada mi, ada kopi bubuk, dan buah-buahan," ujar Wibitono.

Meski jumlah paket sembako yang dibagikan mencapai ribuan, panitia memilih untuk menanggalkan penggunaan kupon dalam proses pembagian. Sebagai gantinya, diberlakukan sistem pembagian secara antre satu jalur.

"Ndak pakai kupon.Tapi kita atur secara tertib. Iya. Ndak jangan direbutkan, bahaya itu. Dan kalau diperebutkan itu tidak etis," tegasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#titd tjoe tik kiong #tulungagung #klenteng #sembahyang Ulambana