Ki Anom Suroto Terampil Ciptakan Beragam Gending Jawa dan Sanggit Pedalangan, Salah Satu yang Populer Gending Pepeling, Begini Lirik dan Maknanya

Dharaka R. Perdana • Dipublikasikan Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:29 WIB

Ki Anom Suroto (tengah) saat diwawancarari ANRI untuk penyelamatan arsip. (ANRI.GO.ID)
Ki Anom Suroto (tengah) saat diwawancarari ANRI untuk penyelamatan arsip. (ANRI.GO.ID)

RADAR TULUNGAGUNG - Kabar meninggalnya dalang suara emas asal Surakarta Ki Anom Suroto tentu menyisakan duka mendalam bagi pecinta wayang kulit di Indonesia.

Sumbangsih Ki Anom Suroto dalam mengembangkan seni pedalangan tentu tidak boleh dikesampingkan begitu saja. 

Ki Anom Suroto pun banyak menciptakan gending-gending jawa yang hingga sekarang masih sering diputar dalam kegiatan-kegiatan tertentu.

Baca Juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Maestro Dalang Suara Emas asal Surakarta Ki Anom Suroto Meninggal Dunia

Di antaranya Mas Sopir, Pepeling, Berseri, Satria Bhayangkara, ABRI Rakyat Trus Manunggal, Nyengkuyung Pembangunan, Nandur Ngunduh, Salisir, dll.

Bahkan keprigelan Ki Anom Suroto juga tergambar dalam saat menciptakan sanggit lakon sendiri antara lain Semar Mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, Wahyu Kembar dan lain sebagainya.

Baca Juga: Dalang Senior Asal Tulungagung, Ki Budi Plandang, Menakar Kemerdekaan dari Perspektif Seni Harus Diekspresikan dalam Karya Seni

Di antara gending Jawa ciptaan Ki Anom Suroto, mungking gending Pepeling merupakan salah satu yang paling populer. Berikut liriknya:

Wis wancine tansah dielingke
Wis wancine padha nindakake
Adzan wus kumandhang wayahe sembahyang
Netepi wajib dhawuh-E Pengeran
Sholat dadi cagake agama
Limang wektu kudu tansah dijaga
Kanthi istiqomah lan sing tumakninah
Luwih sampurna yen berjamaah
Subuh Luhur lan Asar
Sholat sayekti ngadohke tindak mungkar
Maghrib lan ‘Isya’ jangkepe
Prayogane ditambah sholat sunate
Ja sembrana iku prentah agama
Ngelingana neng ndonya mung sedhela
Sabar lan tawakal pasrah Sing Kuwasa
Yen kepareng mbesuk munggah suwarga

Baca Juga: Puluhan Dalang Muda Kumpul di Tulungagung, Bahas Agenda Penting di November Nanti, Ketua Pepadi Jawa Timur: Proses Persiapan Menuju Festival

Dalam lirik lagu tersebut memerintahkan kita untuk senantiasa melaksanakan shalat lima waktu ketika adzan sudah berkumandang.

Karena shalat adalah tiang agama yang harus dilaksanakan dan dijaga secara istiqomah. Alangkah baiknya juga shalat dilaksanakan secara berjamaah, Secara tidak langsung shalat juga menghindarkan kita dari perbuatan munkar.

Dengan hal itu shalat lima waktu memiliki peran penting dalam diri seorang muslim. Selain shalat wajib lima waktu, juga disarankan untuk melaksanakan shalat sunnah qabliyah maupun ba’diyah.

Kandungan dari lagu pepeling diatas memiliki korelasi dengan hadis Nabi Muhammad SAW dalam kitab Shahih Bukhari nomer 8.

Isi dari hadis tersebut adalah “Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.

Dalam hadis tersebut sudah jelas bahwa shalat merupakan perintah sekaligus menjadi tiang agama bagi pemeluknya.

Dengan begitu lirik dari lagu pepeling memiliki sumber yang jelas dari hadis Nabi Muhammad SAW. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : Dari berbagai sumber
surakarta Ki Anom Suroto dalang suara emas sanggit pedalangan gending Jawa