Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anak Muda Harus Peduli Budaya: Menjaga Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

Naufal Shafa Diya • Senin, 3 November 2025 | 06:21 WIB

Pentingnya Melestarikan Budaya untuk Anak Muda
Pentingnya Melestarikan Budaya untuk Anak Muda

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah derasnya arus globalisasi, budaya asing dengan mudah masuk dan memengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama kalangan anak muda.

Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan membuat budaya asli Indonesia semakin terpinggirkan bahkan hilang. Padahal, budaya merupakan jati diri bangsa yang menjadi pembeda Indonesia dari negara lain.

Melestarikan budaya bukan berarti menolak modernisasi, tetapi menjaganya agar tetap relevan di masa kini.

Baca Juga: Ribuan Cagar Budaya Belum Tersimpan, Pemkab Tulungagung Rencanakan Perluas Museum Daerah Tahun Depan

Anak muda memiliki peran penting dalam upaya pelestarian ini. Ada beberapa alasan mengapa generasi muda harus peduli terhadap budaya.

Pertama, budaya adalah identitas bangsa. Tanpa budaya, masyarakat Indonesia kehilangan ciri khas dan akar kepribadiannya. Kedua, budaya merupakan warisan leluhur yang tak ternilai.

Di dalamnya tersimpan nilai-nilai moral dan filosofi hidup yang dapat menjadi pedoman di tengah tantangan zaman modern.

Selain itu, budaya juga menjadi kebanggaan di mata dunia. Sejumlah warisan budaya Indonesia seperti batik, wayang, dan gamelan telah diakui UNESCO.

Baca Juga: Mengupas Sejarah dan Jenis Rumah Joglo, Simbol Status Sosial dan Kearifan Budaya Jawa

Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin warisan tersebut akan diklaim negara lain. Terakhir, budaya memperkuat persatuan karena menjadi pengikat masyarakat dari berbagai suku, agama, dan bahasa.

Sayangnya, beberapa budaya tradisional kini mulai jarang ditemui. Misalnya, permainan tradisional seperti congklak, egrang, dan gobak sodor telah tergantikan oleh permainan digital.

Seni pertunjukan daerah seperti wayang orang, ketoprak, dan ludruk pun semakin ditinggalkan karena dianggap kuno.

Tak hanya itu, bahasa daerah juga mulai tergerus karena banyak anak muda lebih fasih berbahasa asing. Tradisi lisan, seperti dongeng dan cerita rakyat, kini jarang diceritakan padahal penuh dengan nilai moral dan kearifan lokal.

Untuk menjaga agar budaya tetap hidup, ada berbagai langkah yang bisa dilakukan anak muda. Mulai dari ikut serta dalam kegiatan seni dan tradisi daerah, menggunakan produk budaya seperti batik, hingga membuat konten kreatif di media sosial yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Selain itu, belajar dan menggunakan bahasa daerah juga bisa menjadi bentuk nyata kebanggaan terhadap identitas bangsa.

Melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda sebagai penerus bangsa memegang peran penting dalam memastikan warisan leluhur tetap hidup dan berkembang.

Dengan menjaga budaya, anak muda tidak hanya mempertahankan jati diri bangsa, tetapi juga mengangkat martabat Indonesia di mata dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#anak muda #budaya #jati diri bangsa