Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pagelaran Wayang Kulit Kresna Duta Meriahkan Hari Jadi Tulungagung ke-820 di Ngunut, Warga Melekan Semalam Suntuk

Rinto Wahyu Hidayat • Senin, 3 November 2025 | 04:30 WIB

Bupati dan Wabup Tulungagung berfoto bersama penerima bantuan sembako.
Bupati dan Wabup Tulungagung berfoto bersama penerima bantuan sembako.

RADAR TULUNGAGUNG – Semangat pelestarian budaya berpadu dengan kemeriahan rakyat di Kecamatan Ngunut, Tulungagung pada Sabtu malam (1/11/2025).

Ribuan warga memadati kawasan Pasar Ngunut untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit “Kresna Duta”, bagian dari perayaan Hari Jadi Tulungagung ke-820.

Kawasan Pasar Ngunut, Tulungagung, malam itu penuh warna dan kebersamaan. Kedatangan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo disambut hangat oleh Camat Ngunut Sutrisno bersama jajaran disbudpar, panitia, serta masyarakat yang dihibur penampilan Reog Kendang dan tari Bajidor Kahot.

Baca Juga: Camat Sumbergempol dan Ngunut Terus Menjalin Kemitraan dengan Radar Tulungagung, Mereka Bilang Begini

Sebelum pertunjukan utama dimulai, Bupati Tulungagung meninjau bazar UMKM Ngunut yang menampilkan berbagai produk khas daerah seperti jajanan tradisional, batik tulis, dan kerajinan kayu.

Gelaran ini menandakan geliat ekonomi kreatif warga Tulungagung yang terus tumbuh di tengah kemajuan zaman.

Bupati Gatut Sunu Wibowo menyerahkan wayang Kresna pada Ki Eko Prisdianto.
Bupati Gatut Sunu Wibowo menyerahkan wayang Kresna pada Ki Eko Prisdianto.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Tulungagung yang masih menjaga warisan budaya.

“Hari jadi bukan hanya peringatan sejarah, tapi juga momentum kebersamaan. Masyarakat Tulungagung harus terus menjaga harmoni budaya, persatuan, dan kerukunan, serta mendukung program pemerintah daerah.”

Bupati Tulungagung, juga menekankan Sebagai pecinta budaya, Bupati Tulungagung juga menegaskan dukungannya terhadap pelestarian wayang kulit yang sarat nilai moral.

Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulungagung Mampu Mendistribusikan Makanan Bergizi Kepada 2.763 Siswa

“Wayang adalah cerminan kebijaksanaan hidup. Selain di Ngunut, kami akan menggelar pertunjukan serupa di empat wilayah Tulungagung lainnya, dengan puncaknya di Pendopo Kabupaten pada 20 November mendatang,” ungkapnya.

Camat Ngunut Sutrisno menegaskan jika pelaku UMKM, seniman, hingga anak muda, semua terlibat. "Inilah bentuk guyub rukun yang kami jaga di Ngunut,” tambahnya.

Acara di Tulungagung ini juga diwarnai aksi sosial berupa penyerahan santunan simbolis untuk anak yatim dan kaum duafa.

Bupati Tulungagung turut menyerahkan Wayang Kresna kepada dalang Ki Eko Prisdianto sebagai tanda dimulainya pementasan yang sarat makna.

Pukul 21.00 WIB, alunan gamelan mulai terdengar, menandai dibukanya lakon “Kresna Duta” oleh Ki Eko Prisdianto dan Ki Jabang Rahmadhan.

Penampilan dua dalang kondang ini mampu menghadirkan hiburan dan pesan moral bagi warga Tulungagung.

Baca Juga: Dua Motor Terlibat Adu Banteng di Tulungagung, Seorang Cewek Asal Ngunut Meregang Nyawa di Tempat

Hadir pula Gareng Jajak dan Lusi Brahman sebagai bintang tamu, menambah semarak pertunjukan hingga dini hari.

Malam budaya di Ngunut menjadi simbol cinta dan kebanggaan masyarakat Tulungagung terhadap warisan leluhur.

Dari seni hingga solidaritas, semuanya berpadu menjadi satu dalam semangat menjaga budaya. “Malam ini bukan hanya tentang seni di atas panggung, tapi juga tentang cinta, kebersamaan, dan rasa bangga warga Tulungagung dalam menjaga warisan budaya,” tutup Sutrisno.

Baca Juga: Semarak Gerak Jalan Umum 2025 di Ngunut Tulungagung, Simbol Kebersamaan dan Semangat Kepahlawanan Warga

Sutrisno menilai kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana edukasi bagi masyarakat Tulungagung.

“Pagelaran Wayang Kulit ini bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Semua unsur masyarakat Tulungagung terlibat dari pelaku UMKM, seniman, hingga anak muda. Inilah bentuk guyub rukun yang kami jaga di Ngunut,” ujarnya.

Sutrisno juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan yang memeriahkan acara. Apalagi pemilihan lokasi di Pasar Ngunut membawa dampak positif bagi ekonomi warga Tulungagung.

Baca Juga: Embat Handphone Android di Ruko Ngunut, Pria Asal Sambijajar Tulungagung Ngandang

“Pak Bupati sangat tepat memilih lokasi di pasar, karena acara ini turut menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM dan pedagang kecil di Tulungagung,” jelasnya.

Selain pagelaran wayang, pemerintah Tulungagung juga menggelar Call Free Night di sepanjang Jalan Adil Ngunut, menggantikan car free day yang biasa diadakan pada Minggu pagi.

Warga Tulungagung tampak antusias menikmati malam budaya yang penuh makna. Pertunjukan tersebut menghadirkan pesan moral tentang kebijaksanaan dan perjuangan hidup, sejalan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Tulungagung.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga menyinggung peran Lembaga Adat Desa (LAD) dalam mendukung pelestarian budaya di wilayah Tulungagung.

“Kami mendorong setiap desa di Tulungagung untuk menghidupkan kembali tradisi, termasuk wayang kulit. Lembaga Adat Desa aktif mengajak kepala desa agar terus mengadakan pertunjukan budaya di setiap momen penting desa,” ujarnya.

Camat Ngunut juga berpesan kepada para kepala desa agar terus menjaga amanah rakyat dan memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat Tulungagung.

“Kepala desa harus bekerja dengan transparan, melayani dengan hati, dan terus menjaga kepercayaan masyarakat Tulungagung,” tegasnya.

Malam budaya di Ngunut ini menjadi cermin semangat gotong royong masyarakat Tulungagung. Antusiasme warga yang tetap bertahan hingga dini hari meski gerimis membuktikan bahwa cinta budaya dan persatuan masih kuat berakar di Bumi Gayatri ini.

“Semoga peringatan Hari Jadi Tulungagung ke-820 ini menjadi momentum untuk menjadikan Tulungagung lebih maju, guyub, dan berdaya sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pagelaran wayang kulit #Kresna Duta #ngunut #tulungagung