Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lakon Pandhawa Syukur Meriahkan Wayangan di Kecamatan Bandung, Camat Chanief Ajak Warga Melestarikan Seni Budaya Jawa

Rinto Wahyu Hidayat • Senin, 10 November 2025 | 00:25 WIB

Camat Bandung Chanief Djatmika Nugroho menyerahkan kayon pada Ki Minto Darsono. (RINTO WAHYU/RADAR TULUNGAGUNG)
Camat Bandung Chanief Djatmika Nugroho menyerahkan kayon pada Ki Minto Darsono. (RINTO WAHYU/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-820 Tulungagung, Disbudpar Tulungagung menggelar pagelaran wayang kulit yang berlangsung meriah di depan Pasar Bandung, Kecamatan Bandung, Sabtu malam (8/11/2025).

Pagelaran budaya yang menghadirkan dalang asal Tulungagung Ki Minto Darsono dengan lakon “Pandhawa Syukur” ini turut diiringi campursari Sekar Gadung Indonesia serta dimeriahkan penampilan bintang tamu Lusi Brahman dan Cak Cemple Aldi Jarwo asal Banyuwangi.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta tari pembuka dari Sanggar Laras Aji.

Baca Juga: Pagelaran Wayang Kulit Kresna Duta Meriahkan Hari Jadi Tulungagung ke-820 di Ngunut, Warga Melekan Semalam Suntuk

Panitia Hari Jadi Kabupaten Tulungagung, Fuad Syaiful Anam turut menyampaikan laporan kegiatan sebelum memasuki sesi sambutan.

Suasana semakin khidmat saat Camat Bandung Chanief Djatmika Nugroho bersama Kabag Kesra Setda Tulungagung Makrus Manan, Abdul Wachid dari BAZNAS, Kapolsek, dan Danramil Bandung menyerahkan santunan simbolis kepada lima anak yatim dan lima kaum duafa.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan gunungan wayang dari Makrus Manan kepada Camat Bandung untuk diteruskan kepada dalang Ki Minto Darsono sebagai tanda dimulainya pementasan wayang kulit.

Baca Juga: Membedah Perbedaan Wayang Pagelaran dan Wayang Ruwat: Hiburan atau Ritual Sakral?

Dalam sambutannya, Camat Bandung Chanief Djatmika Nugroho yang mewakili Bupati Tulungagung, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati berhalangan hadir.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan acara kebudayaan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana memperkokoh identitas budaya serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.

Baca Juga: Wayang Kulit Masihkah Diminati Anak Muda di Era Digital? Ternyata Masih Ada Harapan

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Tulungagung Makrus Manan menjelaskan bahwa pagelaran wayang kulit di Kecamatan Bandung merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820 yang digelar serentak di beberapa kecamatan.

"Malam ini tidak hanya di Pasar Bandung, tetapi juga ada pagelaran wayang kulit di Kecamatan Gondang, tepatnya di Kantor Desa Gondosuli. Semua kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus hiburan bagi masyarakat Tulungagung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820 akan dilaksanakan pada 20 November 2025 di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, menampilkan tiga dalang terbaik Tulungagung: Ki Minto Darsono, Ki Sun Gondrong, dan Ki Eko Kondho Prisdianto.

Selain jajaran Forkopimcam Kecamatan Bandung, kegiatan budaya ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, jajaran BAZNAS, para kepala desa dan kepala sekolah se-Kecamatan Bandung, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, serta pegiat seni budaya lokal.

Pagelaran wayang kulit bertema “Pandhawa Syukur” tersebut berjalan sukses dan penuh makna, menggambarkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Tulungagung. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pagelaran wayang kulit #tulungagung #hari jadi ke 820 tulungagung #pasar bandung