Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Komunitas Serat Tulungagung Kembali Gelar Pameran Lukisan Bertajuk Ruang Rindu, Misi yang Mereka Bawa Ternyata Sederhana

Anniza Meina Purbowati • Minggu, 23 November 2025 | 22:03 WIB

Beberapa lukisan dari Komunitas Serat yang dipamerkan di Ngomah Gallery Tulungagung. (ANNIZA MEINA/RADAR TULUNGAGUNG)
Beberapa lukisan dari Komunitas Serat yang dipamerkan di Ngomah Gallery Tulungagung. (ANNIZA MEINA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Setelah vakum hampir satu tahun, Komunitas Serat kembali menghidupkan napas seni rupa di Tulungagung melalui pameran lukisan bertajuk Ruang Rindu di Ngomah Gallery hingga 29 November 2025 mendatang.

Sebanyak 18 karya dari perupa lokal Tulungagung hingga Pare, Kediri, dipajang, menghadirkan ragam gaya eksplorasi visual yang kaya dan penuh warna.

Deretan seniman yang berpartisipasi antara lain Adhitya Kreshna, Abdul Ghopur, Anto Bima, Anton, Ari, Aris Arfan, Andhika Menying, Aziz Faradi, Chanz, Hasan Basri, C. Indratno, Devi Anggraini, FiaJ, Huda, Imam Ghozali, Lilis, Rudy Susanto, dan Tri Asri.

Baca Juga: Perupa Tulungagung Sigit Priyananto Kembali Gelar Pameran Tunggal dengan Tema Sawang Sinawang, Begini Kisahnya

Adhitya Kreshna, perupa yang menampilkan lukisan bertema cethe sekaligus anggota Komunitas Serat, menuturkan bahwa pemilihan tajuk Ruang Rindu bukan tanpa sebab.

Menurut dia, hal itu lahir dari refleksi jeda panjang ketika anggota komunitas tak lagi berkumpul maupun berpameran bersama.

“Nama gelarannya Ruang Rindu, maksudnya komunitas kita lama tidak pameran, kira-kira ada setahunan. Ya karena lama tidak ketemu jadi ya kangen-kangenan, ingin ada ruang untuk merayakan rasa rindu itu,” ujarnya.

Baca Juga: 21 Agustus, Sejarah Pencurian Lukisan Fenomenal Mona Lisa yang Menggemparkan Dunia

Berbeda dari pameran pada umumnya, gelaran tahun ini tidak mengusung tema khusus. Hal tersebut sengaja dilakukan agar para perupa dapat mengekspresikan karya dengan lebih bebas tanpa beban aturan tertentu.

Adhit menegaskan, Ruang Rindu sejak awal dimaksudkan sebagai ajang penyegar ikatan emosional antaranggota, bukan arena kompetisi.

Sejak dibuka, antusiasme pengunjung terpantau cukup tinggi. Menurut Adhit, salah satu pemicunya adalah lokasi pameran yang berada di galeri baru sehingga memunculkan rasa penasaran publik.

Baca Juga: Komunitas Artnoname Unjuk Gigi, Pameran Lukisan 'Mesem' di Griya Semar Mesem Tulungagung

“Tempatnya masih fresh, banyak yang penasaran. Itu juga salah satu faktor kenapa pengunjungnya bagus,” imbuhnya.

Menariknya, seluruh karya yang dipamerkan merupakan karya baru. Tidak ada satu pun lukisan lama yang kembali dipajang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri antaranggota. “Kalau lukisan lama dipamerkan terus ya di-bully sama teman-teman,” ucapnya sambil tertawa.

Lebih jauh, pria berusia 47 tahun itu menjelaskan bahwa Komunitas Serat sejak awal dibangun tanpa seleksi kemampuan, melainkan atas dasar kecintaan terhadap seni rupa dan ikatan kekeluargaan.

Karena itu, karya yang ditampilkan hadir dalam beragam karakter mulai dari sentuhan sederhana dari perupa pemula hingga karya yang sebelumnya telah melenggang di ajang kompetisi nasional.

Baca Juga: Bebas Mengolah Rasa, Lepas Pamerkan Karya, 102 Perupa Cilik Tulungagung Unjuk Kebolehan

Meski geliat seni rupa lokal cukup menjanjikan, Adhit menilai perhatian pemerintah masih minim. Akibatnya, banyak seniman lokal yang belum tersentuh dukungan fasilitas maupun ruang berkarya yang memadai. Padahal, banyak di antaranya telah mengantongi prestasi mentereng.

“Kalau seni dan pariwisata digarap serius, bisa jadi garda terdepan untuk mengangkat nama Tulungagung, bahkan Indonesia, ke kancah internasional,” tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #pameran lukisan #Ruang Rindu #seni rupa