RADAR TULUNGAGUNG- Mural kembar Banksy muncul di London dan langsung menyedot perhatian publik internasional.
Seniman jalanan anonim asal Inggris itu kembali membuat karya yang sarat kritik sosial, kali ini dengan menyoroti isu anak-anak terlantar di tengah hiruk-pikuk kota besar.
Kehadiran mural tersebut memicu perbincangan luas di media sosial hingga kalangan pengamat seni dunia.
Dua karya terbaru ini ditemukan di dua lokasi berbeda di London, namun memiliki visual dan pesan yang saling berkaitan.
Mural kembar Banksy muncul di London dengan menampilkan figur anak kecil yang tampak rentan, seolah terpinggirkan oleh lingkungan sekitarnya.
Karya ini dinilai sebagai refleksi kondisi sosial yang masih terjadi, bahkan di negara maju seperti Inggris.
Sejak kemunculannya, mural kembar Banksy muncul di London langsung diburu warga dan wisatawan.
Banyak yang datang untuk melihat langsung sekaligus mengabadikan karya tersebut.
Fenomena ini kembali menegaskan kekuatan seni jalanan sebagai medium kritik sosial yang efektif dan mudah menjangkau publik luas.
Dua Mural, Satu Pesan Sosial
Mural tersebut memperlihatkan sosok anak dengan ekspresi murung dan bahasa tubuh yang menggambarkan kesepian.
Dalam salah satu mural, anak digambarkan berdiri sendiri di ruang publik, sementara mural lainnya memperlihatkan posisi serupa dengan latar berbeda.
Keduanya seakan saling melengkapi dan menguatkan pesan yang ingin disampaikan.
Banksy dikenal kerap mengangkat isu kemanusiaan, mulai dari perang, migrasi, hingga ketimpangan sosial.
Kali ini, isu anak terlantar menjadi sorotan utama. Banyak pengamat menilai karya tersebut sebagai kritik terhadap sistem sosial yang belum sepenuhnya mampu melindungi kelompok paling rentan.
Reaksi Publik dan Media Internasional
Kemunculan mural ini cepat menyebar di media sosial. Warganet menilai pesan yang disampaikan Banksy terasa relevan dengan kondisi saat ini.
Baca Juga: Anak Muda Harus Peduli Budaya: Menjaga Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi
Beberapa pengguna menyebut karya tersebut sebagai “tamparan halus” bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli pada nasib anak-anak terlantar.
Media internasional juga ramai memberitakan kemunculan mural tersebut. Banksy kembali membuktikan bahwa identitas anonim tidak menghalangi kekuatan pesannya.
Justru, anonimitas tersebut membuat fokus publik tertuju sepenuhnya pada makna karya, bukan pada sosok pembuatnya.
Banksy dan London, Hubungan yang Tak Terpisahkan
London memang menjadi salah satu “kanvas” favorit Banksy. Sejumlah karya ikoniknya kerap muncul di sudut-sudut kota ini.
Dari waktu ke waktu, karya Banksy di London sering mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan urban.
Para pengamat seni menilai mural kembar ini memiliki kekuatan visual yang sederhana namun menghantam.
Tanpa teks panjang atau simbol rumit, Banksy mampu menyampaikan pesan mendalam tentang empati dan tanggung jawab sosial.
Nilai Seni dan Pesan Kemanusiaan
Selain nilai artistik, mural ini juga memicu diskusi tentang perlindungan anak. Di tengah gemerlap kota metropolitan, masih ada anak-anak yang hidup dalam kondisi tidak layak.
Banksy seolah mengajak publik untuk berhenti sejenak dan melihat realitas tersebut.
Karya seni jalanan seperti ini dinilai efektif karena hadir langsung di ruang publik, bukan di galeri tertutup. Pesannya bisa dinikmati siapa saja, tanpa batas usia maupun latar belakang sosial.
Potensi Dilindungi atau Hilang?
Seperti karya Banksy lainnya, muncul pertanyaan apakah mural ini akan dilindungi atau justru dihapus.
Beberapa karya Banksy sebelumnya sempat rusak, dicoret, bahkan dipindahkan demi kepentingan komersial. Hal ini memicu perdebatan tentang kepemilikan seni jalanan dan hak publik.
Namun, terlepas dari nasib fisiknya, mural kembar Banksy muncul di London telah berhasil menjalankan fungsinya: menggugah kesadaran dan memancing diskusi global.
Pesan tentang anak terlantar yang disampaikan melalui seni visual ini dinilai akan terus hidup, bahkan jika mural tersebut suatu saat menghilang.***
Editor : Vidya Sajar Fitri