Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Kerajaan Majapahit: Dari Lahir di Tengah Kekacauan, Sumpah Gajah Mada, Hingga Runtuhnya Imperium Terbesar Nusantara

Muhamad Ahsanul Wildan • Rabu, 14 Januari 2026 | 22:15 WIB

 

Sejarah Kerajaan Majapahit dari berdiri pasca Singasari, Sumpah Gajah Mada, masa kejayaan Hayam Wuruk, hingga runtuhnya imperium Nusantara.
Sejarah Kerajaan Majapahit dari berdiri pasca Singasari, Sumpah Gajah Mada, masa kejayaan Hayam Wuruk, hingga runtuhnya imperium Nusantara.

RADAR TULUNGAGUNG – Sejarah Kerajaan Majapahit adalah kisah tentang kejayaan besar yang lahir dari kekacauan, mencapai puncak kekuasaan di Asia Tenggara, lalu runtuh perlahan akibat konflik internal dan perubahan zaman.

Tujuh abad silam, di jantung Pulau Jawa, Majapahit berdiri sebagai kekuatan maritim dan daratan yang disegani dari Sumatera hingga Semenanjung Malaya.

Dalam catatan sejarah, Majapahit bukan sekadar kerajaan besar, melainkan pusat perdagangan rempah dunia.

Kapal-kapal asing singgah di pelabuhan utara Jawa, membawa emas, sutra, dan keramik dari Tiongkok serta India.

Dari Laut Cina Selatan hingga Samudra Hindia, nama Majapahit dibicarakan dengan rasa kagum sekaligus gentar.

Namun, sejarah Kerajaan Majapahit juga mencatat bahwa kekuasaan sebesar apa pun tak luput dari keretakan.

Awal Berdirinya Kerajaan Majapahit

Lahirnya Majapahit tidak bisa dilepaskan dari runtuhnya Kerajaan Singasari pada 1292.

Ketika Raja Kertanegara tewas akibat pemberontakan Jayakatwang, Pulau Jawa berada dalam kekacauan politik.

Dari situ muncul Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang kelak menjadi pendiri Majapahit.

Dengan kecerdikan politiknya, Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol utusan Kubilai Khan.

Baca Juga: SNBP 2026 Makin Ketat, Ini Faktor Penentu Lolos Seleksi, Peran Nilai Rapor, TKA, Prestasi, hingga Strategi Pilihan Prodi

Ia berpura-pura bersekutu untuk menumbangkan Jayakatwang, lalu berbalik menyerang pasukan Mongol hingga mereka terusir dari Jawa.

Manuver licik namun brilian ini menjadi salah satu strategi politik paling terkenal dalam sejarah Nusantara.

Pada 1293, Raden Wijaya mendirikan kerajaan baru di wilayah Trowulan. Nama Majapahit diambil dari buah maja yang rasanya pahit, simbol awal pahit yang kelak berubah menjadi kejayaan besar.

Masa Konsolidasi dan Ujian Awal

Pada masa awal, wilayah Majapahit masih terbatas di Jawa Timur. Raden Wijaya fokus membangun fondasi pemerintahan, memperkuat militer, serta menata sistem birokrasi.

Letak ibu kota Trowulan dipilih strategis, dekat Sungai Brantas untuk perdagangan, namun cukup jauh dari pantai demi keamanan.

Setelah wafatnya Raden Wijaya pada 1309, kekuasaan berpindah ke Jayanegara. Masa ini menjadi ujian berat dalam sejarah Kerajaan Majapahit.

Pemberontakan demi pemberontakan pecah, mulai dari Nambi, Lembu Sora, hingga Rangga Lawe.

Meski berhasil dipadamkan, konflik internal melemahkan stabilitas kerajaan. Situasi memuncak pada 1328 ketika Jayanegara dibunuh oleh tabib istana, Tanca.

Sumpah Palapa dan Ekspansi Nusantara

Babak kejayaan Majapahit dimulai pada masa Ratu Tribhuwana Tunggadewi dengan munculnya tokoh legendaris, Gajah Mada.

Setelah berhasil menumpas pemberontakan Sadeng dan Keta, Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih pada 1336.

Dalam sumpahnya yang terkenal, Sumpah Palapa, Gajah Mada bertekad tidak akan menikmati kenikmatan dunia sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah Majapahit.

Sumpah ini menjadi arah utama kebijakan politik dan militer kerajaan. Ekspansi dilakukan ke Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, hingga Maluku, baik melalui kekuatan militer maupun diplomasi.Baca Juga: Wisata Situbondo 2026 Makin Menggoda, dari Pasir Putih Bungatan hingga Baluran Afrika van Java yang Bikin Penasaran

Puncak Kejayaan di Era Hayam Wuruk

Masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350–1389) dikenal sebagai zaman emas Majapahit.

Didukung Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaan ekonomi, budaya, dan politik.

Pelabuhan seperti Tuban dan Gresik menjadi pusat perdagangan internasional. Sastra berkembang pesat, ditandai dengan karya Negarakertagama karya Empu Prapanca dan Sutasoma karya Empu Tantular yang melahirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Namun, tragedi Perang Bubat pada 1357 menjadi noda kelam. Konflik dengan Kerajaan Sunda merusak hubungan politik dan menjadi awal surutnya pengaruh Gajah Mada.

Keruntuhan Majapahit

Setelah wafatnya Hayam Wuruk, Majapahit kehilangan figur pemersatu. Perang saudara Paregreg antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi melemahkan fondasi kerajaan.

Jalur perdagangan bergeser, pelabuhan pesisir dikuasai kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak dan Gresik.

Pada 1478, kekuasaan pusat Majapahit runtuh. Meski sisa-sisanya masih bertahan di wilayah timur Jawa, kejayaan imperium ini berakhir.

Meski demikian, warisan Majapahit tetap hidup dalam konsep persatuan Nusantara, budaya, dan identitas bangsa Indonesia hingga kini.Baca Juga: Perjalanan Menantang Menuju Air Terjun Parang Kikis Pagerjo, Jalurnya Licin tapi View Alaminya Bikin Takjub

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#keruntuhan Majapahit #sejarah Kerajaan Majapahit #Sumpah Palapa #hayam wuruk #gajah mada