Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Deretan Kerajaan Terbesar di Indonesia Sepanjang Sejarah, dari Sriwijaya hingga Majapahit yang Menguasai Nusantara

Muhammad Rusdian Nuzula • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:45 WIB

Sejarah mencatat kerajaan terbesar di Indonesia dari Sriwijaya hingga Majapahit yang pernah menguasai Nusantara dan jalur perdagangan dunia.
Sejarah mencatat kerajaan terbesar di Indonesia dari Sriwijaya hingga Majapahit yang pernah menguasai Nusantara dan jalur perdagangan dunia.

RADAR TULUNGAGUNG – Sejarah mencatat bahwa Nusantara pernah menjadi pusat berdirinya sejumlah kerajaan besar yang pengaruhnya tidak hanya terasa di wilayah Indonesia saat ini, tetapi juga hingga Asia Tenggara dan kawasan internasional.

Keberadaan kerajaan terbesar di Indonesia menjadi bukti bahwa bangsa ini sejak ratusan tahun lalu telah memiliki kekuatan politik, ekonomi, dan budaya yang diperhitungkan dunia.

Dalam perjalanan sejarahnya, kerajaan-kerajaan besar di Nusantara tumbuh dari latar belakang Hindu-Buddha hingga memasuki era menjelang kolonial.

Ukuran “besar” tidak semata dilihat dari usia kerajaan, tetapi juga luas wilayah kekuasaan, pengaruh politik, serta kekuatan ekonomi dan militernya. Setidaknya ada empat kerajaan yang kerap disebut sebagai kerajaan terbesar di Indonesia sepanjang sejarah.

Sriwijaya, Penguasa Jalur Maritim Asia Tenggara

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar yang pernah berdiri di Nusantara. Berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya diperkirakan telah eksis sejak abad ke-7 Masehi dan bertahan hingga akhir abad ke-14.

Baca Juga: Pasca Keracunan di SMKN 3 Boyolangu, Aktivitas SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan Dihentikan Sementara

Dengan usia hampir 700 tahun, Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan terlama dalam sejarah Indonesia.

Catatan tertua tentang Sriwijaya berasal dari perjalanan biksu Buddha asal Tiongkok, I-Tsing, yang berkunjung pada tahun 671–695 Masehi.

Ia menggambarkan Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran Buddha Mahayana dan wilayah yang sangat makmur.

Letak strategis Sriwijaya memungkinkan kerajaan ini menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda, dua jalur perdagangan laut paling vital pada masanya.

Puncak kejayaan Sriwijaya ditandai dengan luasnya wilayah kekuasaan yang meliputi pesisir timur Sumatera, Semenanjung Melayu, Jawa bagian barat, hingga selatan Thailand.

Namun, serangan Kerajaan Chola dari India Selatan menjadi awal kemunduran Sriwijaya, hingga akhirnya benar-benar runtuh setelah serangan Majapahit pada 1377.

Baca Juga: Rumor Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya Dibantah Keras Agen: Dari Euforia Bonek hingga Drama Spekulasi Tanpa Dasar

Mataram Kuno dan Kejayaan Peradaban Jawa

Nama Kerajaan Mataram Kuno atau Medang tak bisa dilepaskan dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Kerajaan Hindu-Buddha ini berdiri sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dan sempat berpusat di Jawa Tengah sebelum berpindah ke Jawa Timur.

Mataram Kuno diperintah oleh tiga dinasti besar, yakni Sanjaya, Syailendra, dan Isyana. Di bawah Dinasti Syailendra, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan dengan berdirinya Candi Borobudur.

Sementara itu, Dinasti Sanjaya menandai kembalinya kekuasaan Hindu Siwa melalui pembangunan Candi Prambanan.

Wilayah pengaruh Mataram Kuno meliputi hampir seluruh Pulau Jawa dan sebagian Bali. Bahkan, nama kerajaan ini tercatat dalam prasasti di Filipina, menunjukkan kuatnya jaringan perdagangan internasional yang dimiliki Mataram Kuno.

Singasari dan Ambisi Penyatuan Nusantara

Kerajaan Singasari atau Tumapel berdiri di Jawa Timur pada 1222 dan hanya bertahan sekitar 70 tahun. Meski singkat, pengaruh Singasari sangat besar, terutama pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.

Kertanegara dikenal sebagai raja dengan visi menyatukan Nusantara melalui konsep Cakrawala Mandala Dwipantara.

Di masa kejayaannya, Singasari berhasil menguasai sebagian besar Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan selatan, Sulawesi selatan, hingga Maluku. Ambisi besar ini terhenti setelah Kertanegara tewas akibat pemberontakan Jayakatwang pada 1292.

Majapahit, Simbol Kejayaan Nusantara

Jika berbicara tentang kerajaan terbesar di Indonesia, nama Majapahit hampir selalu menjadi yang terdepan.

Didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293, Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada.

Kitab Negarakertagama mencatat luasnya wilayah pengaruh Majapahit yang meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, Bali, hingga Papua dan Filipina selatan.

Meski tidak semua wilayah dikuasai secara langsung, kerajaan-kerajaan di daerah tersebut mengakui supremasi Majapahit melalui sistem upeti.

Majapahit juga menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan, dengan pedagang dari Arab, India, dan Tiongkok singgah di wilayah ini.

Namun, konflik internal pasca wafatnya Hayam Wuruk membuat Majapahit melemah hingga akhirnya runtuh pada 1527 setelah serangan Kesultanan Demak.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Kerajaan Sriwijaya #Kerajaan Singasari #kerajaan terbesar di Indonesia #Kerajaan Mataram Kuno #kerajaan majapahit