Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kerajaan Majapahit, Penguasa Laut Terbesar Nusantara: Dari Kecerdikan Raden Wijaya hingga Puncak Kejayaan Hayam Wuruk

Muhammad Rusdian Nuzula • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:00 WIB

Kerajaan Majapahit pernah menjadi penguasa laut terbesar Nusantara. Simak kisah kejayaan, ekspansi, hingga keruntuhannya di sini.
Kerajaan Majapahit pernah menjadi penguasa laut terbesar Nusantara. Simak kisah kejayaan, ekspansi, hingga keruntuhannya di sini.

RADAR TULUNGAGUNG – Kerajaan Majapahit bukan sekadar nama besar dalam buku sejarah. Kerajaan yang berpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur ini pernah menjadi kekuatan maritim terbesar di Nusantara, bahkan salah satu kekaisaran paling berpengaruh di dunia pada masanya.

Wilayah kekuasaannya membentang luas, menyerupai batas Indonesia modern, menjadikan Majapahit fondasi awal terbentuknya gagasan persatuan Nusantara.

Sebagai sebuah thalassokrasi atau kekaisaran maritim, Kerajaan Majapahit tumbuh dari keunggulan geografis Jawa yang subur dan strategis.

Pulau Jawa menjadi gerbang utama jalur perdagangan Selat Malaka, pusat Jalur Sutra Maritim yang menghubungkan Cina, India, Persia, hingga Arab.

Sejak awal Masehi, rempah-rempah Nusantara telah diperdagangkan hingga Kekaisaran Romawi, sebagian besar melalui pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai penguasa Jawa.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 20 Januari 2026 Menggebrak Pasar, Antam Tembus Rp2,9 Juta, UBS dan Galeri 24 Ikut Naik Tajam

Awal Berdirinya Kerajaan Majapahit

Cikal bakal Majapahit tidak bisa dilepaskan dari runtuhnya Singhasari. Pemberontakan Jayakatwang dari Kediri berhasil menewaskan Kertanegara, raja terakhir Singhasari, dan menciptakan kekacauan politik.

Di tengah situasi genting itu, Raden Wijaya—menantu Kertanegara—menunjukkan kecerdikan politik luar biasa.

Ketika pasukan Mongol dari Dinasti Yuan datang ke Jawa untuk menghukum Kertanegara, Raden Wijaya memanfaatkan mereka untuk mengalahkan Jayakatwang.

Setelah Kediri tumbang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol yang tidak mengenal medan Jawa. Dengan strategi perang asimetris dan memanfaatkan pergantian angin muson, pasukan Mongol dipaksa mundur dari Nusantara.

Keberhasilan itu mengantarkan Raden Wijaya naik takhta sebagai raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Baca Juga: Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini Kompak Naik, Pegadaian Catat Kenaikan Tajam Selasa 20 Januari 2026

Konflik Internal dan Konsolidasi Kekuasaan

Masa awal Kerajaan Majapahit diwarnai konflik internal. Intrik istana, pemberontakan Ranggalawe, hingga perpecahan elite kerajaan menjadi ujian berat.

Namun Majapahit tetap bertahan melalui konsolidasi kekuasaan, pengangkatan pejabat setia, dan kebijakan pembagian wilayah untuk meredam konflik.

Sepeninggal Raden Wijaya, tahta diwariskan kepada Jayanegara. Pemerintahannya penuh gejolak, ditandai pemberontakan Nambi dan Ra Kuti.

Stabilitas kerajaan hanya dapat dipertahankan berkat peran tokoh-tokoh militer andal seperti Gajah Mada. Jayanegara akhirnya wafat tanpa keturunan, membuka jalan bagi naiknya Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Sumpah Palapa dan Awal Kejayaan

Di bawah kepemimpinan Tribhuwana Wijayatunggadewi, Majapahit memasuki fase kebangkitan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 20 Januari 2026 Menggebrak Pasar, Antam Tembus Rp2,9 Juta, UBS dan Galeri 24 Ikut Naik

Ia didampingi Mahapatih Gajah Mada, sosok legendaris yang mengucapkan Sumpah Palapa, janji untuk tidak menikmati kenikmatan sebelum seluruh Nusantara bersatu di bawah Majapahit.

Ekspansi besar-besaran dimulai. Bali, Sumatra, hingga wilayah-wilayah di timur Nusantara berhasil ditaklukkan. Inilah fondasi menuju puncak kejayaan Majapahit.

Puncak Kejayaan di Era Hayam Wuruk

Puncak kejayaan Kerajaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

Didukung Gajah Mada dan laksamana laut Mpu Nala, Majapahit menguasai hampir seluruh Nusantara, sebagaimana dicatat dalam Kakawin Nagarakretagama.

Majapahit bukan hanya kuat secara militer, tetapi juga makmur secara ekonomi.

Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan regional, mengekspor beras, lada, cengkih, pala, hingga kayu cendana. Armada lautnya terdiri dari ratusan kapal jong, sementara pasukan profesionalnya mencapai puluhan ribu prajurit.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 20 Januari 2026 Masih Melambung, Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Naik, Perhiasan Ikut Menguat

Majapahit juga dikenal sebagai kerajaan toleran. Filsafat “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” menjadi landasan hidup berdampingan antara Hindu dan Buddha. Nilai inilah yang kelak menginspirasi semboyan nasional Indonesia.

Kemunduran dan Warisan Majapahit

Setelah wafatnya Hayam Wuruk, konflik suksesi dan Perang Paregreg melemahkan Majapahit. Munculnya Kesultanan Malaka dan Demak, serta pesatnya penyebaran Islam di pesisir Jawa, mempercepat kemunduran kerajaan Hindu terbesar di Nusantara itu.

Meski runtuh, warisan Kerajaan Majapahit tetap hidup. Dari konsep persatuan wilayah, toleransi beragama, hingga filosofi kebangsaan, Majapahit menjadi inspirasi penting bagi terbentuknya identitas Indonesia modern.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#kerajaan hindu buddha #hayam wuruk #gajah mada #kerajaan majapahit #sejarah nusantara