RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman mistis saat pendakian Gunung Lawu malam 1 Suro kembali menyita perhatian publik. Seorang pendaki asal Yogyakarta membagikan kisah menyeramkan yang ia alami ketika mendaki Gunung Lawu via jalur Cemoro Sewu, bertepatan dengan malam satu Suro, malam yang dipercaya sakral dalam tradisi Jawa.
Pendaki bernama Candra itu mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa pendakiannya jatuh tepat pada malam 1 Suro. Namun sejak awal perjalanan, ia merasakan firasat tak biasa. “Dari awal sudah enggak enak perasaannya, beda sama pendakian-pendakian sebelumnya,” ujarnya dalam tayangan YouTube yang viral di media sosial.
Pendakian Gunung Lawu malam 1 Suro tersebut dilakukan pada Juli 2023. Candra mendaki bersama rekannya, Icat, dan memilih berangkat sore hari sebelum akhirnya mendirikan tenda di Pos 3 jalur Cemoro Sewu.
Peringatan dari Penjaga Basecamp
Sebelum masuk jalur pendakian, Candra sempat mendapat pesan dari petugas basecamp agar tidak memaksakan diri dan disarankan berkemah di Pos 3. Peringatan itu semula dianggap biasa, mengingat Candra mengaku sudah berkali-kali mendaki Gunung Lawu hingga Mbok Yem tanpa kendala berarti.
Namun malam itu berjalan berbeda. Setelah magrib, suasana jalur pendakian terasa sepi. Tidak banyak pendaki lain yang ditemui. Kondisi tersebut justru memperkuat kesan sunyi dan menekan secara batin.
Ketika hendak keluar tenda untuk buang air kecil, Candra mengaku melihat sosok menyerupai kuntilanak dengan posisi membungkuk, berambut acak-acakan, dan berkuku panjang. Penampakan itu membuatnya memilih kembali ke dalam tenda dan berusaha menenangkan diri.
Tak lama berselang, terdengar suara langkah kaki, percakapan asing, hingga sorak-sorai seperti rombongan pendaki. Yang membuatnya heran, sebagian suara terdengar menggunakan bahasa yang tidak ia pahami, sementara sebagian lainnya menyerupai bahasa Jawa kuno.
Suara Kuda dan Rombongan Misterius
Keanehan berlanjut ketika Candra mendengar suara gemerincing seperti kuda menarik pedati. Menurut pengakuannya, suara tersebut bahkan berputar dua kali di sekitar tenda sebelum menjauh ke arah atas jalur pendakian.
Situasi makin mencekam ketika ia keluar tenda tanpa senter dan melihat sosok hitam pekat bermata kuning menyala di kejauhan. Ia mengaku bisa melihat jelas meski tanpa penerangan.
Puncak pengalaman mistis terjadi ketika Candra merasa terbangun, namun mendapati sekelilingnya berubah menjadi tanah lapang menyerupai sabana. Ia melihat kerumunan orang layaknya pasar, lengkap dengan aktivitas jual beli makanan, buah, dan perkakas.
“Ramainya kayak pasar beneran,” katanya. Orang-orang tersebut mengenakan pakaian Jawa kuno. Ia juga melihat sosok-sosok pendaki dengan kondisi tubuh tidak utuh, seperti luka terbuka, anggota tubuh rusak, hingga wajah yang tampak tidak wajar.
Tak lama setelah itu, ia melihat rekannya, Icat, berlari menjauh dengan kondisi perut terbuka. Peristiwa tersebut membuatnya spontan berteriak dan seketika terbangun. Saat terjaga, kondisi kembali normal dan Icat masih tertidur pulas.
Kejanggalan Waktu dan Rombongan Berpakaian Hitam
Pendakian dilanjutkan hingga puncak Hargo Dumilah. Namun sepanjang perjalanan, Candra kembali bertemu rombongan orang berpakaian hitam membawa sesaji, buah-buahan, dan tampah. Mereka enggan menyapa dan terkesan menghindari interaksi.
Kejanggalan lain terjadi saat turun gunung. Candra merasa waktu tempuh menjadi tidak masuk akal. Jalur yang biasanya ditempuh sekitar 30 menit, kali ini terasa jauh lebih cepat, meski fisiknya dalam kondisi lelah.
Dikaitkan dengan Malam 1 Suro dan Kepercayaan Jawa
Dua hari setelah kejadian, barulah Candra menyadari bahwa pendakiannya bertepatan dengan malam satu Suro. Ia juga mengaitkan pengalamannya dengan kepercayaan weton Jawa, di mana dirinya disebut memiliki “tulang wangi” yang diyakini lebih peka terhadap hal-hal gaib.
Gunung Lawu sendiri memang dikenal memiliki banyak kisah mistis dan tradisi spiritual, terutama saat malam 1 Suro. Banyak masyarakat memilih tidak beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak doa sebagai bentuk kehati-hatian.
Kisah pendakian Gunung Lawu malam 1 Suro ini menambah panjang daftar cerita misteri yang menyelimuti gunung legendaris di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.