JAKARTA - Tahun Kuda Api 2026 menjadi sorotan menjelang pergantian tahun dalam kalender Tionghoa. Berdasarkan astrologi Tiongkok, tahun 2026 berada di bawah naungan elemen api yang kuat dan menggelora. Sejumlah pakar feng shui menilai, energi besar ini bisa membawa peluang sekaligus ancaman serius, terutama terkait kondisi alam dan stabilitas kehidupan manusia.
Menurut pakar feng shui dan astrologi, Suhu Gunadi, Tahun Kuda Api 2026 akan dimulai pada 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Elemen api yang dominan melambangkan semangat, pergerakan cepat, serta perubahan besar. Namun di sisi lain, api juga dapat menjadi simbol kehancuran apabila tidak diimbangi dengan kewaspadaan dan keseimbangan.
Dalam penjelasannya, Suhu Gunadi menyebut bahwa secara umum Tahun Kuda Api 2026 menghadirkan energi yang sangat aktif. Api yang berkuasa dapat membangkitkan motivasi, ambisi, dan keberanian, baik dalam kehidupan pribadi, karier, maupun pemerintahan. Akan tetapi, semangat berlebihan tanpa kontrol justru berpotensi memicu konflik, krisis, dan bencana.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Trenggalek, Warga Watulimo Sempat Berlarian Keluar Rumah
Energi Api dan Dampaknya bagi Indonesia
Dalam konteks Indonesia, Suhu Gunadi memandang elemen tanah sebagai karakter utama negeri ini. Tanah melambangkan stabilitas, hukum, dan sistem pemerintahan. Sayangnya, ia menilai kondisi “tanah” Indonesia saat ini tergolong lemah, tercermin dari berbagai persoalan hukum, konflik agraria, hingga kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebihan.
“Tahun Kuda Api 2026 sebenarnya baik untuk Indonesia, karena api menghidupi tanah. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau sistemnya dibenahi,” ujarnya. Ia menegaskan, energi api juga bermakna pengawasan. Artinya, masyarakat dituntut lebih aktif mengawasi jalannya pemerintahan, terlebih di era teknologi yang serba terbuka.
Jika pengawasan publik berjalan kuat, api dapat menjadi kekuatan pemurnian. Sebaliknya, jika diabaikan, energi tersebut berpotensi memicu gejolak sosial dan kemarahan publik.
Potensi Bencana Alam di Tahun Kuda Api 2026
Selain aspek sosial dan pemerintahan, Tahun Kuda Api 2026 juga dikaitkan dengan meningkatnya potensi bencana alam. Suhu Gunadi menyoroti kondisi alam Indonesia yang dinilai sudah tidak seimbang akibat kerusakan lingkungan. Banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga gempa bumi disebut berpotensi terjadi lebih sering.
Ia mengingatkan bahwa banjir besar masih menjadi ancaman utama, terutama pada awal 2026. Hal ini sejalan dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan tinggi akibat pengaruh musim dingin di belahan bumi utara serta fenomena El Nino dan La Nina.
“Pertanyaannya, apakah infrastruktur kita siap menampung debit air sebesar itu?” katanya. Penggundulan hutan dan alih fungsi lahan disebut memperparah risiko banjir, seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa pada akhir 2025.
Ancaman Gempa Megathrust dan Aktivitas Vulkanik
Dalam ramalannya, Suhu Gunadi juga menyinggung potensi gempa megathrust yang sebelumnya telah diperingatkan oleh BMKG. Jakarta disebut sebagai salah satu wilayah paling riskan jika gempa besar terjadi di zona subduksi, khususnya di sekitar Selat Sunda.
Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire memang memiliki banyak lempeng aktif. Aktivitas gunung berapi, termasuk gunung api bawah laut, dinilai patut diwaspadai karena berpotensi memicu tsunami. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prediksi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar kewaspadaan ditingkatkan.
Tahun Api sebagai Simbol Penyucian
Di sisi spiritual, Tahun Kuda Api 2026 juga dimaknai sebagai api penyucian. Api melambangkan proses pembersihan dan pembaruan. Namun, proses ini kerap disertai ketidaknyamanan dan ujian berat.
“Tahun 2026 adalah masa transisi kosmik. Saat planet-planet besar bergerak, alam ikut berguncang,” jelasnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperkuat kesiapsiagaan, menjaga keseimbangan hidup, serta lebih peduli terhadap alam.
Terlepas dari berbagai ramalan, Suhu Gunadi menekankan bahwa segala kejadian tetap berada dalam kehendak Tuhan. Manusia hanya bisa membaca tanda, bersiap, dan berdoa agar Tahun Kuda Api 2026 benar-benar menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik.
Editor : Natasha Eka Safrina