Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Imlek Ternyata Berangkat dari Rasa Takut: Mitos Monster Nian, Angpao Penolak Setan, hingga Hoki Terbalik di Pintu

Dyah Wulandari • Senin, 9 Februari 2026 | 15:55 WIB

Asal usul Imlek ternyata lahir dari mitos monster Nian, setan Sui, angpao merah, hingga tradisi hoki terbalik di pintu
Asal usul Imlek ternyata lahir dari mitos monster Nian, setan Sui, angpao merah, hingga tradisi hoki terbalik di pintu

JAKARTA - Di balik kemeriahan warna merah, petasan, dan angpao, asal usul Imlek ternyata lahir dari mitos dan rasa takut masyarakat Tiongkok kuno. Perayaan Tahun Baru Imlek bukan semata pesta tahunan, melainkan rangkaian tradisi yang berakar pada upaya manusia bertahan dari ancaman makhluk gaib dan energi buruk yang dipercaya muncul di akhir tahun.

Asal usul Imlek tak bisa dilepaskan dari legenda monster bernama Nian. Dalam mitologi Tiongkok, Nian digambarkan sebagai makhluk bertanduk menyerupai perpaduan singa dan naga, hidup di dasar laut dan muncul ke daratan setiap akhir tahun lunar. Kemunculan Nian selalu membawa teror. Rumah dirusak, hewan ternak dimangsa, bahkan manusia menjadi korbannya.

Karena telah mengenal pola kemunculan monster tersebut, penduduk desa biasanya mengungsi ke lereng pegunungan setiap akhir tahun untuk menghindari malapetaka. Namun suatu ketika, muncul seorang pengemis tua yang meminta izin bermalam di sebuah rumah. Semua warga menolak karena sibuk menyelamatkan diri, kecuali seorang nenek yang iba dan mengizinkannya berteduh.

Baca Juga: Ribuan Peserta Meriahkan Bank Tulungagung Runiversary, Sekaligus Jadi Puncak HUT Ke-32

Monster Nian dan Awal Warna Merah Imlek

Pengemis itu berjanji akan mengusir Nian. Ia menghias pintu rumah dengan kertas merah dan menyalakan bambu kering yang menghasilkan suara ledakan keras. Saat Nian datang dan melihat warna merah menyala disertai suara bising, monster itu ketakutan dan melarikan diri. Sejak peristiwa itulah masyarakat percaya Nian takut pada warna merah, suara keras, dan api.

Kepercayaan ini menjadi fondasi tradisi Imlek. Rumah dihias serba merah, petasan dinyalakan, gendang ditabuh, dan orang mengenakan pakaian merah sebagai simbol perlindungan sekaligus perayaan bebas dari ancaman Nian. Dari sinilah asal usul Imlek mulai terbentuk sebagai ritual pengusiran bahaya.

Baca Juga: Epstein Files Terbesar Dirilis AS: Jutaan Dokumen Seret Nama Elite Dunia, Dari Politisi hingga Selebriti Global

Angpao Berasal dari Mitos Setan Sui

Selain Nian, asal usul Imlek juga berkaitan dengan mitos setan bernama Sui. Setan ini dipercaya sering mengganggu anak-anak saat tidur. Konon, sentuhan Sui di kepala anak dapat menyebabkan ketakutan, demam, bahkan gangguan mental.

Untuk melindungi anak-anak, orang tua biasanya begadang semalaman sebelum tahun baru. Dalam satu legenda, seorang pejabat memberikan delapan keping koin kepada anaknya agar tetap terjaga. Koin-koin itu kemudian dimasukkan ke dalam amplop merah dan diletakkan di bawah bantal. Ketika anak tertidur dan Sui datang, delapan koin tersebut memancarkan cahaya dan memanggil Delapan Dewa Abadi yang mengusir sang setan.

Baca Juga: Epstein Files Ungkap Email Bill Gates dan Jeffrey Epstein soal Simulasi Pandemi 2017, Dua Tahun Sebelum Covid-19 Muncul

Dari sinilah tradisi angpao atau hongbao berasal. Angpao dipercaya sebagai “uang penolak setan” yang membawa perlindungan dan keberuntungan. Hingga kini, angpao tetap menjadi simbol kasih sayang orang tua kepada anak-anak yang belum menikah.

Syair Pintu dan Dewa Penjaga Gerbang

Tradisi menempelkan syair merah di kusen pintu juga bagian penting dari asal usul Imlek. Menurut legenda, di alam gaib terdapat pohon persik raksasa yang dijaga dua dewa penjaga gerbang. Setan-setan jahat takut pada kedua dewa ini karena mereka akan ditangkap dan diberikan kepada harimau gaib sebagai hukuman.

Baca Juga: Epstein Files Kembali Viral, Isu Rekayasa Covid-19 dan Kepatuhan Massal Disebut sebagai Agenda Global

Nama kedua dewa tersebut dahulu dipahat di kayu persik dan ditempel di pintu rumah agar setan tidak mengganggu manusia. Seiring waktu, praktik ini berkembang menjadi penulisan syair-syair keberuntungan di kertas merah yang dikenal hingga sekarang sebagai duilian.

Makna Hoki Terbalik di Pintu

Satu tradisi unik lainnya adalah menempelkan kaligrafi “Fu” atau hoki secara terbalik. Legenda dari Dinasti Ming menyebutkan, seorang kaisar memerintahkan setiap rumah menempelkan kaligrafi hoki. Saat menemukan satu rumah yang menempelkannya terbalik, sang kaisar hampir menghukum keluarga tersebut. Namun permaisuri menjelaskan bahwa “Fu terbalik” berarti “hoki telah datang”.

Baca Juga: IKA Unair Tulungagung dan Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong di Tanggunggunung, Berharap Masyarakat Turut Menjaga

Penjelasan itu menyelamatkan keluarga tersebut dan tradisi menempelkan kaligrafi hoki terbalik pun bertahan hingga kini sebagai simbol datangnya keberuntungan.

Pada akhirnya, asal usul Imlek mengajarkan bahwa perayaan ini bukan hanya tentang pesta dan kemeriahan, melainkan refleksi ketakutan, harapan, dan kecerdikan manusia dalam menghadapi ancaman alam maupun dunia gaib. Dari mitos monster hingga simbol keberuntungan, Imlek adalah warisan budaya yang kaya makna dan terus hidup hingga era modern

Editor : Dyah Wulandari
#Monster Nian #tahun baru imlek #asal usul imlek #mitos imlek #angpao imlek